Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 212 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 230 | Komentar

Baca


Desa Bulakan Dijadikan Kawasan Terpadu Penanaman Jagung


LEBAK - Pemkab Lebak meminta Desa Bulakan, Kecamatan Gunung Kencana dijadikan kawasan terpadu penanaman jagung. Alasannya karena telah berhasil melakukan gerakan tanam jagung dan menjadi daerah yang pertama melakukan panen terbesar, khususnya di Provinsi Banten. Namun para perani jagung ini masih mengeluhkan minimnya bantuan peralatan yang diberikan oleh pemerintah pusat, juga hasil keuntungan yang dijual ke sejumlah perusahaan atau distributor yang telah bekerjasama dengan pemerintah terlalu kecil.

"Perhutani, pemerintah RI dan Pemprov Banten saya minta bisa menjadikan Desa Bulakan sebagai kawasan tanam jagung berkelanjutan," kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat sambutan pada gerakan panen jagung dan launching pengiriman perdana hasil panen, di Desa Bulakan, Kecamatan Gunung Kencana, Rabu (26/7).

Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Banten Wahidin Halim serta Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang. Iti kembali menegaskan, tahun 2017 ini akan akan dilakukan panen jagung sebanyak 35 ton meskipun dalam realisasinya masih mengalami beberapa kendala mulai dari alat panen dan fasilitas lainnya.

"Kita juga minta peningkatan fasilitas untuk Kabupaten Lebak dalam hal ini bidang pertanian, agar bisa secara cepat menyukseskan capaian target tanam," katanya.Gubernur Banten Wahidin Halim memastikan mudah untuk pemprov menjadikan Desa Bulakan sebagai kawasan terpadu. Namun hal tersebut perlu perhatian serius dari pemerintah pusat, seperti yang disampaikan Bupati Iti.

"Semuanya harus sinkron, kita berhasil panen mau tidak mau harus ada juga tempat untuk penjualan yang bukan saja menguntungkan bagi pengusaha, tapi bisa meningkatkan tarap hidup masyarakat petani," ujar WH.

Sementara Dirjen Pertanian Perkebunan Bambang menantang pemerintah daerah dan provinsi terkait swasemada pajale (padi jagung kedelai). Untuk itu, pemerintah daerah sebaiknya segera mengajukan