Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 212 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 230 | Komentar

Baca


Insentif Guru Honor Naik Rp 2 Miliar



LEBAK- Pemkab Lebak akan menaikan anggaran insentif untuk guru honorer sebesar Rp 2 miliar, dari semula Rp 12 miliar pada tahun 2017, menjadi Rp 14 miliar pada 2018 nanti. Rencana ini disampaikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam acara halal bihalal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lebak, di Gedung Serbag Guna (GSG) La Tansa Mashiro, Senin (31/7).

“Pemkab akan terus perhatikan kesejahteraan guru. Salah satunya tahun ini sudah dianggarkan Rp 12 miliar untuk insentif guru honorer,” kata Iti kepada ribuan guru yang menghadiri acara tersebut.
Menurut Iti, di daerah lain pemberian insentif tidak kepada semua guru honorer. Mungkin melihat-lihat statusnya yang sudah kategori 2.

“Tapi kita semua (diberi). Ini bentuk perhatian untuk meningkatkan kesejaheteraan guru. Tahun depan kami naikan lagi, kami sudah mengalokasikan anggaran Rp 14 miliar untuk insentif guru beserta tenaga kerja TU (tata usaha) dan operator dapodik (data pokok pendidikan). Minimal bisa mengangkat semangat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Iti mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak sudah menyukseskan program Lebak sehat, Lebak cerdas, dan Lebak sejahtera. “Semakin tahun semakin baik. Kabupaten Lebak sekarang ini alhamdulilah akan dilihat, dan sudah sejajar dengan kabupaten/kota lain. Indikator utama pembangunan pendidikan, tidak bisa dirasakan saat ini, tapi ke depan bagaimana kita persiapkan generasi. Saya yakin ke depan Kabupaten Lebak maju, mandiri, sesuai harapan masyarakat,” katanya.

Bupati menambahkan, dalam rangka mewujudkan Lebak sehat, cerdas, dan sejahtera diharapkan peran orangtua ikut serta mengarahkan anak-anaknya agar pada pukul 18.00-20.00 digunakan untuk mengaji, bukan malah menonton televisi.

“Anak-anak sekarang harus diberikan contoh. Jangan emak, bapak menyuruh anak ngaji, tapi sembari masih duduk sambil nonton televisi. Mun dicontohan begitu, anak akan mengikuti. Tolong waktu jam enam sampai jam delapan (malam) anak diminta mengaji,” katanya.

Ketua PGRI Lebak Juanda menuturkan, Pemkab Lebak telah memberikan perhatian kepada dunia pendidikan. "Kami mengucapkan terima kasih telah memberikan perhatian besar dalam rangka meningkatkan komptensi. Dulu guru tidak tetap menerima (upah) dari BOS (bantuan operasional sekolah) alakadarnya, tetapi sekarang ada tambahan berkat perhatian bupati. Mereka sangat terbantu apalagi waktu pertama pencairan menjelang lebaran Idul Fitri,” katanya. (purnama)