Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 247 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 270 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 701 | Komentar

Baca


Jalan Penghubung Desa Terputus



RANGKASBITUNG- Saluran irigasi skunder di Kampung Bejod, Desa Pasir Guha, Kecamatan Wanasalam sejak dua tahun lalu rusak karena longsor. Akibat kondisi tersebut, jalan Desa Pasir Guha di Kampung Bejod yang menghubungi ke Kampung Badong, Desa Parung Panjang terputus. Tidak hanya itu, aliran air di irigasi menjadi tidak berjalan normal, sehingga area persawahan seluas tiga ratus hektare milik warga di Desa Pasir Guha, serta Desa Parung Panjang, tidak bisa mendapatkan air untuk mendukung musim tanam padi.

Anggota Komisi II DPRD Lebak Agus Herawan mengaku telah meninjau saluran irigasi yang terkena longsor. Menurut Agus, warga Desa Pasir Guha serta warga Parung Panjang yang ditemuinya mengeluhkan kondisi jalan poros desanya yang putus akibat longsornya saluran irigasi. “Bayangkan selama dua tahun kondisi jalan yang menghubungkan dua desa di Wanasalam terputus. Makanya wajar bila warga setempat mengeluhkannya,” ujar Agus, Senin (31/7).

Agar akses jalan poros desa kembali normal dan pengairan sawah warga bisa terpenuhi, Agus mendesak agar Pemerintah Provinsi Banten yang mendanai pembuatan saluran irigasi skunder di Wanasalam, segera melakukan perbaikan.“Menurut warga, saluiran irigasi di Desa Pasir Guha dibangun oleh dana Pemprov Banten. Oleh karena itu, pemprov harus bertanggungjawab untuk memperbaikinya,” katanya.

Kepala Desa Parug Panjang Agus mengungmkapkan bila longsor pada irigasi skunder yang mengakibatkan jalan poros desanya rusak sudah sering dilaporkan ke Pemprov Banten. Namun hingga saat ini belum juga ada penanganannya. “Kami sudah lelah melaporkannya, tetap saja belum mendapatkan perhatian,” ungkap Agus.

Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak Dade Yanapriandi membenarkan bila irigasi skunder di Pasir Guha dan Parung Panjang adalah irigasi milik Pemprov Banten. “Kalau memang kondisinya longsor serta merusak badan jalan, tentu Pemprov Banten yang harus melakukan perbaikan. Saya pun sudah melaporkannya ke pihak PUPR Banten,” tegas Dade. (hudaya)