Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 248 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 270 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 701 | Komentar

Baca


Bantaran Rawan Longsor Cilancar Dibronjong



RANGKASBITUNG- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak membangun bantaran rawan longosr di Sungai Cilancar, Kampung Pasir Awi, serta Kampung Muara Tengah, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur yang selama ini dikhawatirkan membahayakan rumah penduduk.

Kepala Desa Muaradua Jakaria mengatakan, selama ini bantaran di Sungai Cilancar yang kondisinya kerap terkikis aliran sungai tersebut sangat dikhawatirkan warga. Bekat usulan aparat desa, akhirnya DPUPR Lebak merealisasikan pembangunan beronjong sebagai penahan kikisan tanah bantaran.

“Setelah berdirnya bronjong, warga yang memiliki tanah maupun bangunan rumah di bantaran Sungai Cilancar kini merasa nyaman dan tidak akan khawatir lagi terhadap terjadinya longsor,” ujar Jakaria, Rabu (2/8).

Kepala Bidang SDA pada DPUPR Lebak Dade Yanapriandi menambahkan, anggaran pembangunan bronjong ini Rp 625 juta yang dialokasikan dari APBD Lebak 2017. “Kerusakan pada bantaran Sungai Cilancar akibat kikisan arus sungai itu adalah masuk wilayah pemkab yang bertanggungjawab untuk menanganinya. Oleh karena itu ketika ada usulan dibangun bronjong, maka secepat mungkin kami realisasikan,” kata Dade.

Ditambahkannya, setelah beronjong berdiri, biasanya di bagian kirinya akan dipenuhi lumpur tanah atau pasir yang berpotensi menjadi penyebab longsor, serta merusak bagian badan bronjong. Agar bronjong tidak rusak, maka masyarakat diminta untuk turut memeliharanya.

“Kami harap masyarakat jangan mengeruk atau mengambil pasir di sekitar bronjong, karena bila hal itu dilakukan bronjong dipastikan akan amblas,” katanya. (hudaya)