Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 504 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 618 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 491 | Komentar

Baca


48 Warga Cisimeut Kehilangan Rumah



LEUWIDAMAR- Sebanyak 48 orang yang tergabung dalam sembilan kepala keluarga (KK), warga Kalang Jaya, RT 04 RW 05, Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya terbakar, Selasa (1/8) pukul 20.30. Beruntung kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp 490 juta. Sembilan rumah mereka hangus terbakar dan rata dengan tanah dalam hitungan satu jam, dari pukul 20.30-21-30. Tidak ada harta benda, termasuk hewan ternak, yang berhasil diselamatkan oleh para korban. Sedikitnya sembilan ekor kambing, puluhan ayam dan bebek hangus terbakar.

“Barang berharga termasuk uang, baju, perabot rumah tangga dan yang lain tidak ada yang bisa diselamatkan. Hanya nyawa dan tinggal pakaian saya kenakan ini saja yang bisa diselamatkan,” kata Ikah, korban kebakaran, Rabu (2/8).

Menurut Ikah, dirinya bersama suami tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena kobaran api sudah besar dan dengan cepat merambat ke seluruh bangunan. Apalagi Ikah mempunyai anak yang masih kecil-kecil untuk diselamatkan.

“Begitu melihat kobaran api di atap rumah, saya langsung minta tolong ke tetangga. Tulung-tulung kami hayang hirup, tulungan urang tulungan aya budak leutik (tolong-tolong, kami ingin hidup, tolongan saya, tolongin ada anak kecil). Alhamdulilah pas kejadian kami semua belum pada tidur, sehingga bisa selamat, hanya saja kini sudah tak punya rumah termasuk  uang enggak pegang sama sekali, dan surat-surat berharga hangus terbakar,” katanya.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Cisimeut Manan menuturkan, sembilan rumah yang terbakar milik Pudin, Saldi, Sukria, Sarwi, Isah, Saepi, Burhan, Bambang, dan Kahar. “Total semua sembilan KK yang terdiri dari 48 orang warga,” katanya.

Kepala Desa Cisimeut Gafur menuturkan, rumah yang pertama kali terbakar milik Sukria. Rumahnya berada di tengah sehingga merembet ke rumah panggung milik tetangganya yang kebetulan sama-sama terbuat dari kayu dan bambu. "Sehingga api dengan cepat merambat menghanguskan seisi rumah,” katanya.

Menurut Gafur, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti, tetapi berdasarkan keterangan dari warga, sumber api terlihat pertama kali dari sambungan kabel listrik yang diduga korsleting. Kemudian apinya menjalar ke atap rumah yang kebanyakan terbuat dari atap rumpia.

Gafur berharap kepada PLN agar segera memperbaiki sambungan kabel serta menambah tiang listrik. “Di sini hanya ada satu tiang, dipakai oleh puluhan rumah sehingga rawan korsleting. Kami harap datang bantuan asbes dan rangka baja untuk membangun kembali rumah para korban. Untuk tenaga kerja akan dilakukan gotong-royong, soal membersihkan puing-puing nanti akan diterjunkan alat berat ke sini,” katanya.

Camat Leuwidamar Endi Suhendi mengaku prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warganya. "Begitu kami terima informasi langsung laporan ke BPBD, ke bupati, dan langsung mengintruksikan kepada kepala desa untuk membantu korban. Minimal membantu menyediakan tempat tingggal sementara, dan makanan untuk korban,” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi menuturkan, dirinya pertama kali menerima informasi dari Sekdes Cisimeut pada jam 21.30. “Upaya kami menyalurkan bantuan kedaruratan berupa beras sandang pangan, makanan siap saji,  tenda pengungsian, dan mendirikan posko dapur umum.

Sesuai perintah ibu bupati, korban musibah kebakaran tidak boleh lapar, sakit tidak boleh tidak punya pakaian harus dijamin kehidupannya kembali agar mereka bisa kembali menjalankan aktivitas anak bisa kembali ke sekolah, orang tua pergi ke sawah, pemerintah hadir meringankan beban korban musibah kebakaran,” katanya.

Kapolsek Leuwidamar AKP Adil Pasaribu mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. 'Dugaan sementara karena korsleting listrik yang awalnya itu di rumah Sukria terus merembet ke delapan rumah milik tetanggnya," katanya. (purnama)


HANGUS TERBAKAR: Kondisi rumah korban bencana kebakaran di Kampung Kalang Jaya RT 04 RW 05, Desa Cisimeut, Kecamatan Cimarga hangus dan rata dengan tanah, Rabu (2/8).