Pengawasan Alun-alun Diperketat *Antisipasi Aktivitas PKL Membandel


RANGKASBITUNG - Sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebak melakukan pengawasan ketat terhadap situasi Alun-alun Kota Rangkasbitung sejak beberapa hari terakhir.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah para Pedagang Kaki Lima (PKL) penjual panganan dan minuman ringan yang mangkal dan menempati Alun-alun. Plt Kepala Dinas Satpol PP Lebak, Dedi Supratnawijaya mengatakan, bebeberapa hari belakangan ini masih ada saja PKL yang berusaha untuk menjual dagangannya di Alun-alun.

Oleh karena itu, agar Alun-alun terbebas dari PKL, maka pihaknya kembali menugaskan sejumlah anggotanya untuk menjagainya setiap hari, tepatnya di waktu-waktu rawan seperti sore dan malam hari. "Kami tahu, para PKL ini seperti menunggu kami lengah.

Mereka (PKL-red), tidak tahu, kalau setiap hari kami selalu mempertahikan Alun-alun. Apalag kamtor kami delat sekali dengan Alun-alun, sehingga kami tidak akan kecolongan oleh para PKL yang membandel," kata Dedi Supratnawijaya, Kamis (7/9).

Ditambahkan Dedi, selain lokasi Alun-alun, pihaknya juga menugaskan beberapa anggotanya untuk menjaga Jalan Iko Jatmiko yang berada tepat didepan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Adjidarmo Rangkasbitung, karena masih banyak PKL yang membandel.

"Harus dipahami, kami bukan melarang siapapun untu berjualan, tetapi carilah tempat atau lokasi yang tidak mengganggu ketertiban umum," tambahnya. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat pada Dinas Satpol PP Lebak, Didi Kusnadi menegaskan, selama ini Pemkab sudah memberikan kebijakan terhadap PKL, agar berjualan di Alun-alun pada hari libur.

Namun, karena masih ada saja yang berusaha berjualan di Alun-alun pada hari kerja, maka pihaknya akan rutin melakukan pengusirannya. "Kalau jualan dihari libur, seperti hari Minggu, silahkan saja. Tetapi kalau jualan di Alun-alun pada hari kerja, maka akan kami larang," kata Didi Kusnadi. (hudaya)