Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Warga Perbatasan Banyak Terkena ISPA


LEBAK - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung dalam sebulan melayani 800 orang pasien warga yang tinggal di perbatasan Kabupaten Serang dengan Kabupaten Lebak. Jenis penyakit yang diderita warga beragam, tetapi sebagian besar terkena serangan Insfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Dari 800 pasien sebanyak 20 persennya terpaksa harus dirujuk ke-RSUD DR Adjidarmo untuk mendapatkan perawatan lebih intensif karena Puskesmas Mekarsari tidak dapat melayani pasien rawat inap," kata Kepala UPT Puskesmas Mekarsari Sukandi, Senin (11/9).

Menurut Sukandi, Puskesmas Mekarsari belum bisa melayani rawat inap karena memang statusnya belum ditingkatkan menjadi Puskesmas rawat inap. Sementara terkait peningkatan status sudah masuk pembahasan di Dinas Kesehatan dan direncanakan akan direalisasikan pada tahun 2018 mendatang.

"Sebelum fisik di bangun di tahun 2017 ini direncanakan terlebih dahulu dilakukan pembebasan lahan seluas 4.000 meter. Lahan tersebut untuk menjadi tempat relokasi Puskesmas karena di tempat sekarang ini sempit sehingga tidak memungkinkan untuk dijadikan Puskesmas rawat inap. Selain itu, lahan parkir kendaraan juga tidak ada," tuturnya.

Lokasi lahan untuk relokasi, tambah Sukandi, berada di desa tetangga tepatnya di Kampung Pabuaran Desa Citeras. "Lokasi lahan sudah diajukan dan mudah-mudahan tahun ini selesai di bebaskan, supaya tahun depan bisa langsung dibangun karena rawat inap sudah menjadi kebutuhan mendesak melihat dari jumlah kunjungan pasien terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk. Untuk saat ini sebagian besar warga mengeluhkan penyakit ISPA," tambahnya.

Penyakit Ispa mendominasi karena wilayah Desa Mekarsari maupun Citeras dan sekitarnya berada di kawasan industri, termasuk penambangan pasir. "Dari tambang pasir ikut berkontribusi karena mengotori jalanan di sepanjang Citeras-Mekarsari. Lihat saja jalanan dan rumah warga dipenuhi debu," terangnya.

Keberadaan industri dan debu pasir berpengaruh besar terhadap warga menjadi rentan terkena ISPA. "Untuk menjaga serangan ISPA sebaiknya memang warga kalau main di luar rumah maupun lagi naik kendaaraan sepeda motor menggunakan masker," katanya. (purnama)