Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Aksi Mogok Makan Berlanjut




RANGKASBITUNG – Enam aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) yang melakukan aksi mogok makan, untuk menuntut pemkab agar menertibkan truk pasir nakal terus berlanjut.
Selasa (12/9) pagi, mereka diperiksa kesehatannya oleh tim medis Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak.Dari hasil pemeriksaan tersebut, dua dari enam aktivis Kumala mengalami tensi darah yang cukup tinggi, sehingga kedua aktivisa itupun diperintahkan untuk beristirahat di tenda milik Kumala yang berdiri di halaman Pemkab Lebak.

Imem Nurhakim, Ketua Umum Kumala  menegaskan, bila aksi mogok makan yang dilakukan pihaknya akan tetap berjalan, selama penertiban terhadap truk pasir nakal tidak juga dilakukan.
“Aksi kami akan tetap bertahan. Terkecuali pemkab melakukan aksi penertiban terhadap truk pasir nakal, maka aksi kami akan dihentikan,” tegas Imem Nurhakim.

Diketahui, Kumala Perwakilan (PW) Rangkasbitung menggelar aksi mogok makan di halaman kantor Pemkab Lebak mulai Senin (11/9) lalu. Mereka mendesak Pemkab Lebak untuk melakukan penertiban terhadap truk angkutan pasir yang merusak sejumlah ruas jalan raya di Kabupaten Lebak.

Sementara itu, Deni Hermawan, petugas tim medis Dinkes Lebak, usai melakukan pemeriksaan kesehatan, mengatakan penyebab tensi darah yang tinggi karena kedua aktivis Kumala kurang istirahat.
“Untuk empat pelaku aksi mogok makan, kondisinya normal.

Namun untuk dua aktivis lainnya, harus banyak istirahat, karena tensi darahnya cukup tinggi,” ujar Deni Hermawan.Ketika ditanya, apakah ada penyakit lain yang diderita enam pelaku aksi mogok makan, menurut Deni Hermawan, semuanya normal.

Namun, karena tidak makan, maka lama kelamaan tubuh para pelaku mogok makan akan lemas.“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan penyakit, melainkan hanya tensi darah yang tinggi, yang dialami dua pelaku mogok makan,” katanya. (hudaya)

CAPTION
Seorang petugas medis Dinkes Lebak sedang memeriksa tensi darah aktivis Kumala di halaman Pemkab Lebak, Selasa (12/9).(hudaya/banten raya)