Crime News

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 56 | Komentar

Baca

Kawanan Pencuri Mobil Dibekuk

News image

SERANG- Satuan Reskrim Polres Serang berhasil menangkap komplotan pencuri mobil Su...

Hukum & Kriminal | Selasa, 2 Januari 2018 | Klik: 97 | Komentar

Baca


Rahmat Gaji Lewat ATM


Camat Cibadak Rahmat mengatakan, mulai Oktober 2017 penyaluran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer dilingkungan kerja kecamatan tidak lagi melalui bendahara, tetapi langsung di transfer ke rekening bank. Jadi, gaji yang biasanya diterima berupa uang tunai dari tangan bendahara sekarang melalui kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

"Terkait peralihan sistem pembayaran gaji lewat rekening ini menurut rencana mulai dilakukan pada bulan depan (Oktober-red). Untuk di tingkat kecamatan sendiri sudah dilakukan sosialisasinya waktu kemarin," kata Rahmat, Rabu (27/9).

Menurut Rahmat, sistem pembayaran gaji langsung melalui rekening ini dinilai praktis. Para pegawai bisa mendapatkan gaji tanpa menunggu bendahara tetapi sudah dilakukan langsung oleh pihak bank. "Jika mau ambil gaji maka tinggal pakai kartu ATM.

Kedepan transaksi keuangan pakai kartu ini tidak hanya untuk pembayaran gaji saja tetapi dalam berbagai transaksi keuangan, bahkan untuk belanja kebutuhan pokok juga bisa jadi pakai ATM," tuturnya.
Sistem pembayaran pakai ATM ini, jelas Rahmat, sudah mulai diterapkan di berbagai sektor bidang usaha dan jasa, diantaranya pembayaran di jalan tol.

"Kenapa demikian karena memang dinilai sangat praktis namun memang yang sekarang menjadi perbincangan dan dipersoalkan terkait pengisian ulangnya ada tarif yang dibebankan kepada pemilik kartu. Itu tentu sangat merugikan,

bayangin saja misalkan satu kartu Rp 1500 dikalikan berapa juta orang pemegang kartu nah mau dikemanakan uangnya itu jika memang  keperuntukannya transfaran untuk kepentingan masyarakat sih tidak menjadi masalah itu bagus saja tetapi jika dijadikan sebagai keuntungan usaha itu yang belum bisa diterima," jelasnya. (purnama).