Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 507 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 629 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca


Kantor Desa Cipendeuy Dikepung Warga


MALINGPING - Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa dan mengepung kantor Desa Cipendeuy, Kecamatan Malingping, Selasa (3/10). Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas kinerja Kepala Desa (Kades) Cipendeuy yang diduga tidak transfaran dalam mengelola dana desa.

"Saya mewakili aspirasi masyarakat, tujuan kami bukan apa-apa untuk menurunkan seorang Lurah (Kades) tidak konsisten dengan janjinya saat kampanye, karena tidak ada transparan dari pihak desa dalam segala apapun," kata Eef Saefullah, Koordinator Aksi di depan kantor Desa Cipendeuy, Selasa (3/10).

Menurut Eef, Kades tidak transparan dalam pelayanan maupun penggunaan dana yang digelontorkan dari pemerintah. "Misalnya saja dana Bumdes (Badan Usaha Desa) dari Rp 50 juta yang diturunkan Rp 15 juta, sisanya Rp 35 juta entah menguap kemana.

Kemudian dana HOK Cipelet, belum terbayar dan PHBN belum terbayar kucuran dari awal, jalan Curug terhambat. Ternyata dia punya utang Rp 35 juta, terus dana kesejahteraan umat tidak jelas," tuturnya.
Eef menilai, kinerja lurah tidak tegas dan tidak jelas. "Kami akan melakukan aksi lebih besar jika lurah tidak turun," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cipendeuy Hambali mengatakan, terjadinya aksi massa merupakan salah komunikasi antara masyarakat dengan TPK. "Sebenarnya uang dana desa belum turun, baru pengajuan. Ada informasi membias, saya upayakan duduk bersama bagaimana caranya kalau memang mau segera dibangun kami akan bicara dengan TPK.

Kalau desa belum berani melakukan langkah, karena memang uangnya gak ada, nanti saya akan musyawarahkan, tetapi tiba-tiba ada demonstrasi," katanya. Kapolsek Malingping Kompol Doren menjelaskan, tidak ada warga yang melakukan pengepungan kantor desa. "Adanya warga dialog dengan kepala desa. Semua yang dipertanyakan warga dijawab oleh kades," jelasnya. (purnama)