Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Penambang Batubara Keluhkan Pungli


RANGKASBITUNG - Penambang batubara di Kampung Sangko, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah mengeluhkan adanya Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oknum tertentu. Hal itu terungkap saat 15 penambang batu bara menyampaikan pengaduan kepada DPRD Kota Cilegon, Rabu (8/11).

Perwakilan Penambang Batubara, Kukun Kurnia mengaku, pihaknya kerap menemukan tindakan Pungli yang dilakukan oknum dari beberapa pihak. Namun, Kukun tidak bersedia menyebutkan oknum dari pihak mana saja yang dimaksudkannya. "Kedatangan kami untuk menemui wakil rakyat, ada dua hal. Pertama, kami mengeluhkan soal adanya Pungli oleh oknum beberapa pihak.

Kedua, kami minta dibantu agar lokasi pertambangan batubara milik rakyat ini segera memiliki izin," kata Kukun kepada Banten Raya diruang Komisi IV DPRD Lebak, kemarin. Dijelaskan Kukun, pihaknya memahami prosedur tentang pertambangan. Untuk itu, agar tidak ada pihak yang mempersoalkannya, maka pertambangan batubara milik rakyat di Kampung Sangko memiliki izin dari Dinas Pertambangan Lebak.

Namun, karena izinnya sudah tidak berlaku dan kini pihak yang mengeluarkan izinnya adalah Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten, maka pihaknya meminta DPRD Lebak untuk bisa membantu agar pertambangan batubara dikampungnya memiliki izin dari Dinas Pertambangan dan Energi Banten. "Pertambangan batu bara milik rakyat di kami pernah memiliki izin, maka kamipun akan mengikuti prosedur yang benar ketika akan mengajukan izinnya lagi ke Dinas Pertambangan dan Energi Banten," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Lebak, HM Yogi Rochmat yang didampingi Wakil Ketua II DPRD Lebak, Ucu Suherman mengatakan, pihaknya akan merekomendasikan upaya permohonan pembuatan izin pertambangan batubara di Kampung Sangko dengan catatan tempuh melalui prosedur dan persyaratan sesuai ketentuan.

Sedangkan terkait pungli dijamin tidak akan terjadi lagi, asalkan lokasi penambangan batubara dikampung tersebut benar-benar memiliki izin. "Kalau belum memiliki izin, pasti ada aja dalih untuk menakutnakuti, sehingga akhirnya terjadi pungli. Namun, setelah memiliki izin, maka kami yakin pungli tidak akan terkadi," katanya. (hudaya)