Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Isu Mutasi Pejabat Menyeruak


RANGKASBITUNG - Isu mutasi pejabat secara besar-besaran mulai menyeruak di Kabupaten Lebak. Bahkan, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Lebak sudah mengantongi nama-nama yang akan masuk daftar mutasi pada akhir Desember 2017 ini. Hal itu dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan meningkatkan etos kerja pegawai.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKKPP) Kabupaten Lebak, Edi Wahyudi membantahnya isu tersebut karena hingga kini pihaknya belum mendapatkan perintah untuk mengajukan nama-nama pejabat yang akan dimutasi. Namun, karena sebuah oranisasi pemerintahan itu butuh penyegaran atau meningkatkan etos kerja, maka mutasi pasti ada.

"Hingga pekan ini, saya belum mendapatkan perintah mempersiapan nama-nama yang akan dinilai Baperjakat. Makanya ketika ditanya apa dibulan ini akan ada mutasi, maka saya belum tahu," kilah Edi kepada Banten Raya, Rabu (20/12).

Ditambahkan Edi, pada 2018 mendatang ada 53 pejabat eselon empat, tiga dan dua yang akan memasuki masa pensiun. Namun, karena pensiunya di 2018, maka pasti Pemkab akan melakukan mutasi perantian pejabat yang pensiu tersebut ditahun 2018. "Logikanya, bila ada yang pensiun di tahun depan, masa Pemkab melakukan mutasi untuk menganti pejabat yang pensiunnya tahun ini, maka sangat tidak mungkin," tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak yang juga Ketua Baperjakat, Dede Jaelani menegaskan, isu mutasi besar-besaran tersebut merupakan kabar yang tidak benar, karena hingga pekan ini dirinya belum mendapatkan perintah untuk melakukan pertimbangan dan penilaian kepada para pejabat yang akan terkena mutasi. "Kalau memang akan ada mutasi, pasti kami akan kabarkan kepada media. Sebab, mutasi tersebut merupakan hal menarik bagi sebuah pemberitaan di media," katanya. (hudaya)