Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 863 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 578 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 708 | Komentar

Baca


Hewan Kurban Berpenyakit Ditemukan


■ Tak Layak untuk Dijual


RANGKASBITUNG
- Tim kesehatan hewan (keswan) pada Dinas Peternakan (Distanak) Kabupaten Lebak menemukan lima ekor hewan kurban berpenyakit yang tidak layak untuk dijual. Hewan itu ditemukan di sejumlah lapak pedagang hewan kurban saat melakukan pemeriksaan hewan kurban, Selasa (23/9).

Hewan kurban berpenyakit itu terdiri dari empat ekor domba dan satu ekor kerbau. Empar domba tersebut mengidap penyakit Orf atau keropeng pada bagian mulut, sedangkan kerbau terkena penyakit Scobies (kesrek) pada bagian tubuhnya. Kabid Kesehatan Hewan Distanak Kabupaten Lebak Anmurja mengatakan, pemeriksaan hewan kurban di sejumlah lapak pedagang hewan kurban ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan tidak berpenyakit.

“Lima hewan kurban yang kita temukan sakit, untuk sementara akan diobati dulu sampai sembuh, sebelum dijual ke masyarakat. Penyakit yang terdapat pada lima hewan tersebut tergolong sakit biasa dan bisa disembuhkan dalam kurun waktu 10 hari,” ujar Anmurja kepada Banten Raya. Dikatakan Anmurja, pada hari pertama pemeriksaan hewan kurban ini, baru sekitar 17 lapak pedagang hewan kurban yang telah diperiksa. Dari 17 lapak tersebut, hewan kurban yang dijual dinyatakan sehat. Hewan kerbau yang dijual jumlahnya sebanyak 23 ekor kerbau, 72 ekor sapi, 751 ekor domba, serta 7 ekor kambing.

“Karena keberadaan lapak penjual hewan kurban jumlahnya banyak, pemeriksaan tidak akan selesai hari ini (kemarin-red). Kita akan lanjutkan lagi besok. Semua lapak akan kami periksa sampai dipastikan tidak ada hewan kurban yang dijual dalam keadaan sakit,” ujar Anmurja. Kepala Distanak Lebak Iman Santoso menambahkan, pihaknya juga akan membentuk tim untuk mengawasi proses pemotongan hewan kurban saat Idul Adha nanti. Tujuan dibentuknya tim pengawasan terhadap proses pemotongan hewan kurban ini agar terpenuhi syarat yang telah ditentukan agama. “Kami tidak menghendaki dalam penyembelihan hewan nanti, masyarakat menusuk jantung hewan kurban yang telah disembelih, karena hal tersebut menghilangkan unsur kesejahteraan pada hewan kurban yang dipotong,” tegas Iman Santoso. (fadilah)   

Komentar Terakhir