Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 504 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 618 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 491 | Komentar

Baca


DPRD Didesak Gunakan Hak Interpelasi *LPMP Tuding Arah Pembangunan Pandeglang Tak Jelas


PANDEGLANG – Ratusan massa yang mengatasnamakan Lingkar Pemuda dan Mahasiswa Pandeglang (LPMP) menggelar unjuk rasa di gerbang masuk Gedung DPRD Pandeglang, Kamis (27/7). Pendemo mendesak DPRD Pandeglang menggunakan hak interpelasi kepada Bupati Pandeglang dan Wakil Bupati karena dinilai kinerjanya tidak sesuai harapan masyarakat. Berdasarkan pantauan, pendemo datang mengepung kantor dewan sejak pukul 11.00 WIB. Mereka datang dengan menggunakan kendaraan pribadi dan sepeda motor. Beberapa spanduk besar dibentangkan pendemo dengan tuntutan agar DPRD menggunakan hak interpelasi.

Pendemo berusaha masuk namun dihadang aparat kepolisian yang melengkapi diri dengan unit water cannon dan kendaraan perintis. Akibatnya terjadi aksi dorong dorongan antara pendemo dan aparat keamanan yang mengakibatkan pagar kantor dewan roboh. Untungnya, polisi dapat meredam emosi pendemo.

Dalam orasinya salah satu pendemo Agus Nurul Huda mempertanyakan sejumlah kebijakan Bupati Irna Narulita selama memimpin Pandeglang. Menurutnya sangat banyak ketentuan yang dikeluarkan namun tidak ada dampak positifnya seperti seringnya rotasi ASN, rendahnya sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat dan stakeholder, adanya dugaan monopoli proyek, program tanam jagung yang tidak realistis, serta adanya pegawai yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) karena dugaan pungli.

“Masyarakat Pandeglang sudah capek melihat tidak terarahnya pembangunan. Hampir dua tahun memimpin, bupati dan wakil bupati belum bisa mengatasi masalah dasar seperti jalan rusak dan perbaikan kinerja pegawainya. Pimpinan DPRD dan anggotanya jangan diam dengan situasi ini karena masyarakat rugi,” kata Agus
.
Massa lainnya Encep Robianto menuturkan, anggota DPRD merupakan wakil rakyat. Menurutnya dewan harus menggunakan haknya yaitu bertanya atau interpelasi atas sejumlah kebijakan bupati yang menurutnya jauh panggang dari pada api. “Jangan sampai dibiarkan dan tidak adanya proses percepatan pembangunan.

Kami minta anggota dewan untuk menggunakan hak interpelasi atas sejumlah kebijakan Bupati Irna yang bermasalah,” pintanya. Pendemo lainnya Elfan mengatakan, kasus monopoli proyek saat ini kembali marak. Menurutnya, iklim usaha di Pandeglang sangat buruk sehingga roda ekonomi masyarakat pun terganggu.

“Kami minta DPRD jangan bersekongkol dengan eksekutif dan mengorbankan kepentingan masyarakat,” jelasnya. Saat demo berlangsung, Wakil Ketua DPRD Pandeglang Duriat DH datang menemui pendemo. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan para pendemo.

“Aspirasi yang disampaikan bapak/ibu akan kami akomodir dan serap untuk menjadi pembahasan lebih lanjut karena interpelasi ini harus dibahas terlebih dahulu bersama pimpinan. Apalagi usulan itu tidak bisa langsung, yang pasti akan kami rapatkan,” ujar wakil ketua DPRD asal PDIP ini. (yanadi)

CAPTION
MEREDAM : Salah satu pegawai DPRD Pandeglang meredam massa setelah mereka merobohkan pagar utama sebelah kanan gedung dewan, Kamis (27/7).