Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 248 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 270 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 701 | Komentar

Baca


Bayar PBB P2 Bisa Online, Target 2018 Naik



PANDEGLANG – Tahun 2018 mendatang target capaian pajak diproyeksikan naik sekitar 25 persen. Guna mencapai target, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) pun resmi me-launching pembayaran Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) on line di salah satu hotel di Pandeglan, Senin (31/7).

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, setelah pembayaran PBB-P2 dilakukan secara online maka target pajak akan ada kenaikan dari semula hanya Rp 34,7 miliar jadi Rp 44 miliar. “Dengan adanya kenaikan, saya berharap PAD bisa meningkat agar pemerintah mempunyai anggaran yang lebih otonom demi kemajuan daerah,” kata Irna, usai acara launching pembayaran PBB-P2.

Menurut Irna, kenaikan target pajak juga dinilai rasional karena pihaknya telah bekerjasama dengan perguruan tinggi soal kajian potensi pajak. Maka dengan adanya pembayaran PBB-P2 secara online, pihaknya berharap kesadaran wajib pajak (WP) bisa semakin tumbuh. “Bagi WP akses nya sudah dipermudah, sehingga tidak harus ngantri. Apalagi banyak yang sibuk dan tinggal diluar Pandeglang, jadi menghabiskan waktu,” ujarnya.

Irna juga mengintruksikan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Pandeglang untuk menyisir potensi pajak agar bisa dioptimalisasikan. Terlebih soal PBB-P2, petugas pemungut pajak hingga aparatur di kecamatan diminta untuk menjemput bola dalam menarik pajak. “Hal-hal lain yang belum ada kesadaran yang tinggi dari WP, harus dijemput bola oleh petugas, camat harus turun. Apakah benar WP itu sudah ada pemutakhiran data atau tidak ada jual beli selama ini sehingga database ini bisa update,” paparnya.

Kepala BP2D Pandeglang Utuy Setiadi menuturkan, selain memberi kemudahan bagi WP, pajak online juga untuk menunjukkan bukti ketransparanan BP2D dalam mengelola pajak. “Kesadaran WP timbul manakala pengelola itu dianggap baik. Maka dengan metode online ini akan transparan, juga untuk memberi kemudahan WP untuk menunaikan kewajibannya. Karena melalui pembayaran online, WP juga bisa mengetahui nilai tagihan pajak,” ungkapnya. (yanadi)