Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 488 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 606 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 485 | Komentar

Baca


PMI Butuh Sarana yang Memadai



PANDEGLANG – Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pandeglang periode 2017-2022 resmi dilantik di Pendopo Pemkab Pandeglang, Rabu (2/8). Tidak ada perubahan signfikikan dalam komposisi kepengurusan PMI dan Tita Rusdinar kembali menjabat untuk lima tahun ke depan.

"Pelantikan ini tonggak sejarah pengurus PMI Pandeglang untuk mengabdi. Ini adalah periode kedua saya sebagai Ketua PMI Pandeglang hasil dari Muskab ke-12. semoga amanah ini bisa saya emban," ujar Tita Rusdinar saat memberikan sambutan usai pelantikan.

Menurut Tita,  di periode keduanya ia akan lebih mensinergikan PMI Pandeglang dengan pemerintah daerah. Karena PMI Pandeglang memiliki tugas yang cukup banyak,  namun anggaran masih cukup minim.  "Kami membutuhkan gedung untuk dijadikan Markas PMI Pandeglang. Kantor yang ada di RSU Berkah itu tidak representatif dan kami harap Pak Wakil Bupati (Tanto Warsono Arban-red)  bisa merealisasikannya,"  ungkap dia.

Sekretaris PMI Banten, Hidayat Jauhari mengatakan, PMI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang terbentuk pada 1950. Kata dia, saat ini PMI Pusat sedang berupaya lobi-lobi politik ke DPR agar RUU kepalangmerahaan disahkan menjadi Undang-Undang.

Pihaknya berharap, pada masa bakti DPR RI 2014-2019 bisa merealisasikan RUU tersebut.  "PMI Pandeglang diharapkan bisa meningkatkan kemitraan dengan pemerintah daerah agar biaa lebih dicintai masyarakat. PMI harus terdepan membantu korban bencana tidak lebih dari enam jam pertama. Kebijakan enam jam sudah menjadi kerangka bersama," ungkap Hidayat.

Ia menjelaskan, saat ini paradigma tugas PMI sudah bergeser tidak hanya donor darah penanggulangam bencana, tetapi lebih komplek dari itu.  "Kita membutuhkan keteraediaan darah yang cukup. Pada waktu-waktu tertentu membutuhan darah sangat banyak, seperti mudik, lebaran dan tahun baru. Minggu-minggu lalu kita membaca berita PMI kekurangan darah dan itu perlu peran aktif semua," terangnya.

Tahun ini pihaknya akan memberikan penghargaan kepada masyarakat yang mendonorkan darahnya lebih dari 75 sampai 100 kali.  "September 2017 PMI Banten akan memberikan penghargaan kepada 120 warga yang mendonorkan darahnya," jelasnya.

Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban berharap,  PMI Pandeglang bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan berjalan bersama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, PMI bukan hanya sekadar menyediakan darah, tapi juga harus turun langsung menanggulangi bencana alam, bencana sosial serta lainnya.  "Terkait bantuan hibah tahun ini meningkat 100 persen,  dari sebelumnya Rp 100 juta menjadi Rp 200 juta," tukasnya.

Kemudian untuk pembangunan gedung, sambung Tanto,  tahun lalu sudah dianggarkan namun terkendala aset tanah. Direncanakan tahun depan pemerintah daerah menganggarkan Rp 2 miliar untuk pembangunan Gedung PMI Pandeglang. (*/muhaemin)