Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 509 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 631 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 497 | Komentar

Baca


Proyek Desa Harus Gunakan Lahan Hibah



PANDEGLANG
– Sebanyak 326 desa di Kabupaten Pandeglang diminta untuk lebih berhati-hati menggunakan dana bantuan pemerintah seperti ADD dan DD. Soalnya Inspektorat Pandeglang masih menemukan adanya ketidaksesuaian penggunaan dana terutama segi administrasi. Selain itu untuk pelaksanaan pembangunan, desa disarankan menggunakan lahan dari hibah untuk menghindari terjadinya gugatan dari pemilik lahan.

Inspektur Pembantu Wilayah I Inspektorat Pandeglang R Goenara Daradjat mengatakan, pelaksanaan pembangunan di desa cukup semarak seiring dengan besarnya dana bantuan seperti Dana Desa, Alokasi dana Desa, dan dana lainnya. Menurutnya, para kepala desa harus lebih berhati-hati dalam pelaporan dan menelusuri status tanah yang jadi lokasi pembangunan.

Soalnya berdasarkan pengalaman, sering muncul gugatan dari pemilik lahan atas bangunan yang menggunakan dana pemerintah. “Untuk mengantisipasi hal ini seharusnya desa menggunakan lahan hibah. Proses hibahnya harus jelas. Jangan sampai pembangunan yang sudah dilaksanakan diambil alih oleh pemilik lahan,” kata Goenara, Minggu (6/8).

Goenara menyatakan, hal ini sudah disosialisasikan ke semua desa. Sosialisasi dilakukan lantaran masih ditemukan pembangunan di desa menggunakan lahan masyarakat yang tidak adanya tanda terima hibah. “Sedikit-sedikit kita perbaiki, agar administrasi desa tidak ada permasalah di kemudian hari.

Contohnya saja ada pembangunan jalan desa yang tidak menggunakan lahan hibah tiba-tiba ditutup oleh pemilik lahan,” ujarnya. Dijelaskannya, temuan lahan hibah ini juga hasil dari pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat. Proses pemeriksaan penggunaan dana desa tahun 2016, kata Goenara, sedang berjalan.

“Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh empat Inspektur Pembantu. Setiap desa pasti ada temuan. Ada yang kekurangan volume karena tidak mengerti tentang perencanaan, contohnya pembangunan paving blok yang seharusnya 1 x 100 meter, tetapi malah kurang,” jelasnya.

Selain itu, hasil dari pemeriksaan masih banyak desa belum taat administrasi. Namun Goenara mengaku, sudah melayangkan teguran untuk segera diperbaiki agar tidak terjadi permasalahan hukum. “Dari mulai administrasi, pengadaan sarana fisik, pembelian barang bangunan yang tidak sesuai dengan kwitansi kita rekomendasikan untuk diperbaiki, lengkapi, dan kekurangan volume diselesaikan,” paparnya.

Anggota Komisi I DPRD Pandeglang Aminudin mendukung langkah Inspektorat agar pembangunan desa menggunakan lahan hibah. Kata Amin, terobosan itu harus segera diterapkan guna menghindari permasalahan yang timbul di setiap desa.

“Agar pembangunan di desa yang akan maupun sudah dilaksanakan tidak ada masalah, status tanahnya harus diperjelas. Jangan sampai ada gugatan,” kata Aminudin. (yanadi)


DIBANGUN : Pembangunan taman baca masyarakat Desa Campaka, Kecamatan Kaduhejo baru selesai dibangun menggunakan lahan masyarakat, Minggu (6/8).