Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 509 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 631 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 497 | Komentar

Baca


Petani Pisang Rugi Anjloknya Harga



PANDEGLANG - Sejumlah petani pisan di Pandeglang mengeluhkan turunnya harga jual pisang di pasaran.

Turunnya harga pisan ini sudah hampir sebulan terakhir. Biasanya harga jual pisang Rp 22.000 per tandan saat ini hanya dihargai Rp 13.000 per tandan. Epul, salah seorang petani di Desa/Kecamatan Koroncong mengatakan, turunnya harga pisang sangat merugikan.

Soalnya, biaya tanam dan perawatan lumayan besar sementara harga tak menentu. “Panen kali ini saya rugi karena pisang murah. Sedangkan ongkos upah tanam saja cukup mahal ditambah naiknya kebutuhan pokok," kata Epul, kemarin.

Akibat harga rendah, Epul mengaku hasil panennya sebagian dijual ecerean kepada warga yang membutuhkan. Harga eceran kata Epul cukup baik yakni Rp 20.000 per tandan.  Sisanya kata Epul ia jual ke tengkulak. “Kalau di jual ke tengkulak jelas rugi karena murah, makanya sebagian dijual eceran ke warga," katanya.

Pria ini berharap pemerintah bisa memberikan jaminan terhadap harga produk pertanian terutama pisang, karena jika tidak segera dikendalikan para petani akan rugi. “Kalau tidak ada jaminan harga petani malas menanam pisang. Untuk itu pemerintah harus membantu memfasilitasi petani misalnya mencari pembeli yang punya harga bagus,” jelasnya.

Pedagang pisang Emul membenarkan harga pisang turun. Sebagai penjual Emul tidak bisa menjual dengan harga mahal ke pembeli. "Harga pisang sedang turun. Kami juga tidak dapat untung banyak. Pembeli di daerah juga terbatas,” katanya.

Terpisah, Ketua Hipmikindo (Himpunan Pengusaha Mikro Indonesia) Evi Abdul Rasyid mengaku prihatin dengan rendahnya harga pisang. Persoalan ini kata Evi disebabkan banyaknya komoditas serupa dari daerah lain. “Dengan situasi ini petani kita harus mampu berinovasi menciptakan produk lain dengan bahan dasar pisang. Kami akan berupaya mendorong inovasi ini tentunya dengan kerjasama dengan pemerintah,” jelasnya. (yanadi)