Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 109 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 156 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 613 | Komentar

Baca


20 Tenaga Honorer diperiksa


PANDEGLANG – Kejaksaan Negeri Pandeglang gencar melakukan pemeriksaan terhadap pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang untuk mencari keterangan dugaan korupsi penyelewengan tunjangan guru. Kamis (24/8) tercatat ada 20 pegawai yang statusnya TKS (tenaga kerja sukarela) dan TKK (tenaga kerja kontrak) yang diperiksa penyidik kejaksaan. Para saksi ini diperiksa untuk tersangka Ila Nuriawita mantan staf Pelaksana Keuangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pandeglang. Pantauan Banten Raya, puluhan tenaga honorer ini dimintai keterangan sekitar pukul 11.54 hingga 12.20. pada hari yang sama, tersangka Ila pun tampak di kejaksaan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Setelah pemeriksaan, Ila tidak banyak memberikan keterangan kepada wartawan. Perempuan dengan status PNS ini tampak buru-buru. “Saya hanya menyerahkan berkas,  sama seperti kemarin. Maaf ya saya buru-buru,” ujar Ila ditemui usai diperiksa, kemarin.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Pandeglang Feza Reza menerangkan, pemeriksaan terhadap 20 orang saksi ini dilakukan untuk penyidikan terhadap berkas tersangka Ila. Apalagi dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang didapati, tersangka memiliki peran penting dalam proses pencairan dana tunda. “Pemeriksaan itu untuk melengkapi data,” jelasnya.

Saat ditanya apakah ada penambahan tersangka, Feza belum bisa menyebutkan karena pihaknya tengah melakukan pengembangan penyidikan. Jika memenuhi dua alat bukti kemungkinan ada penambahan tersangka baru. “Masih kita selidiki. Intinya kami terus melakukan pemeriksaan guna melengkapi data tersangka,” terangnya.

Ia menjelaskan, saat ini proses kasus tunda sudah memasuki sidang. Bahkan, untuk melengkapi data tersangka pihaknya terus melakukan pendalaman. “Sejauh ini kami telah merilis kerugian negara akibat kasus tunda mencapai Rp 11.9 miliar, dan saat ini kasusnya masih berproses di pengadilan,” jelasnya.

Perlu diketahui, selain Ila sebelumnya juga kejari telah menetapkan tersangka yakni Tata Sopandi, Nurhasan, Abdul Azis, dan Rika Yusilawati. Bahkan satu tersangka atas nama Tata  telah dilakukan penahanan, dan tengah mengikuti beberapa kali persidangan di pengadilan Tipikor Serang. (yanadi)

BERIKAN KETERANGAN : Sejumlah pegawai TKK dan TKS masuk ke ruang Pidsus Kejari Pandeglang untuk memberikan keterangan sebagai saksi kasus tunda guru, Kamis (24/8).