Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 109 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 156 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 613 | Komentar

Baca


Politisi Gerindra & Nasdem Wacanakan Hak Angket *Terkait Kebijakan Bupati dan Wakil Bupati


PANDEGLANG – Wacana DPRD Pandeglang menggunakan hak angket atau hak penyelidikan terhadap kebijakan Bupati dan Wakil Bupati yang ditengarai bertentangan dengan perundang-undangan kembali muncul. Bahkan, kali ini wacana hak angket dihembuskan politisi dari fraksi partai Gerindra dan Nasdem.

Seperti dikataan anggota Fraksi Gerindra, Rika Kartikasari. Ia secara pribadi menyetujui rencana penggunaan hak angket. Namun, keinginannya itu tentu kembali pada keputusan fraksi dan partainya. Karena bagaimana pun, menurut Rika, sebagai kepanjangan partai, dirinya harus patuh pada kebijakan partai.

“Partai atau Fraksi Gerindra memang belum menentukan sikap ikut atau tidak (penggunaan hak angket-red) karena kami anggota fraksi belum bermusyawarah terkait hak angket ini. Namun secara pibadi saya sepakat,” ujar Rika Kartikasari saat ditemui di Ruang Komisi II DPRD Pandeglang, Senin (4/9).

Ia menilai, penggunaan hak angket merupakan hak DPRD untuk mempertanyakan atau penyelidikan terkait kebijakan pemerintah daerah. Apalagi, menurut mantan Ketua DPD KNPI Pandeglang ini, banyak hal yang perlu kritisi dalam program kepemimpinan Bupati Irna Narulita dan Wakil Bupati Tanto Warsono Arban.

“Saya melihat ada hal yang perlu diselidiki secara mendalam seperti pembangunan yang terkesan molor, kemudian ada beberapa beberapa kebijakan yang dinilai kurang koopertaif terhadap masyarakat,” jelas Ketua Komisi II ini.

Anggota Fraksi Nasdem DPRD Pandeglang Dadi Rajadi juga mengatakan, secara pribadi menyetujui penggunaan hak angket. Namun, lanjutnya, persetujuan itu kembali lagi pada kebijakan partai. Ia masih menunggu izin dari Partai Nasdem. “Secara pribadi saya setuju DPRD menggunakan hak angket dalam rangka pengawasan terhadap pemerintahan yang sekarang.

Tetapi secara kepartaian kami masih menunggu izin dari partai. Kami sudah melayangkan itu (usulan angket) dan partai akan memanggil kami dan hingga saat ini kami belum ada progres,” terang Dadi Rajadi saat ditemui di Kecamatan Majasari.

Dadi berharap, partainya bisa memahami usulan Fraksi NasDem dan menyetujui penggunaan hak angket tersebut. Alasan penggunakan hak angket salah satunya adalah soal perencanaan pembangunan yang tidak jelas.

Padahal pelaksanaan pembangunan yang sesuai jadwal sangat diharapkan selain akan menghasilkan kualitas yang baik dan juga akan meminimalisir besaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa). “Bagaimana pembangunan bisa teat waktau kalau SKPD telat menyusun perencanaan.

Artinya kami berharap pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh SKPD itu dilakukan Juni atau Juli,” tambanya. Ditanya soal komunikasi dengan fraksi lain terkait rencana hak angket, Dadi mengatakan, sejauh ini sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah anggota dewan lainnya. Ia menilai, hak angket sangat penting digunakan karena menyangkut urusan masyarakat.

“Kita bisa lihat ada pengurangan DAK (Dana Alokasi Khusus_red) sebesar Rp 20 miliar, artinya itu terjadi permasalahan pada proses perencanannya. Kemudian juga bantunan pembangunan pasar induk dari pemerintah pusat yang gagal dilaksanakan karena tanahnya tidak ada, ini juga terjadi karena perencanaan yang tidak sempurna,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Pandgelang Irna Narulita terkesan tidak mau ambil pusing dengan rencana DPRD terkait rencana hak angket itu. “Itu haknya DPRD. Kami tengah fokus bekerja,” katanya singkat. (muhaemin)