Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Anak 5 Tahun Tewas Tenggelam di CAS Water Park


PANDEGLANG – Raden Sampurna (5), anak pasangan Raden Agus Wijaya dan Sarwenda, warga Kampung Kaman Pasir, RT 03 RW 01, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, ditemukan tewas tenggelam di salah satu kolam renang CAS Water Park Cikole, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Minggu (10/9).

Peristiwa naas ini terjadi saat korban ditinggal ke warung terdekat oleh ibunya untuk membeli obat sakit kepala. Informasi yang dihimpun Banten Raya, Sarwenda dan rombongan TK Tasyakur Cikande, Kabupaten Serang datang ke kolam wisata untuk berwisata.

Setelah sampai di area kolam dan siap-siap berenang, Sarwenda dikabarkan mendadak sakit kepala dan memutuskan untuk membeli obat sakit kepala di warung yang ada di lokasi wisata. Sementara anaknya ditinggal di pinggir kolam renang. Pada saat ibu korban kembali, Sarwenda terkejut karena mengetahui anaknya sudah tenggelam di kolam renang dengan kedalaman 1 meter.

Ibu korban pun berusaha mengevakuasi anaknya dibantu oleh pengunjung dan petugas penjaga kolam renang.  Korban dibawa ke Klinik Mulya Jati Cikole akan tetapi nyawa korban tidak bisa diselamatkan. “Iya kemarin ada anak yang tenggelam, karena Sabtu dan Minggu (10/9) kemarin ramai pengunjung,” kata Enong, salah seorang pedagang di lingkungan Cas Water Park Cikole, Senin (11/9).

Pemilik CAS Water Park Cikole Mulyadi mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih jelas dengan peristiwa korban tenggelam di kolam renang miliknya. Namun Mulyadi berjanji menanggung semua biaya untuk korban. “Nanti ya pak saya sedang ngobrol bersama keluarganya. Insya Allah semua biaya kami tanggung,” kata Mulyadi dihubungi melalui telpon selulernya.

Direktur Klinik Mulya Jati Cikole dr Arief Ridwan juga tidak bisa dimintai keterangnnya dengan kasus bocah tenggelam. Pada saat dikonfirmasi sedang tidak ada dikantor. “Pak dokter sedang ada kegiatan di luar, saya tidak bisa memberikan keterangan,” kata salah seorang pegawai Klinik Mulya Jati Cikole.

Kapolres Pandeglang AKBP Ary Satriyan membenarkan, kasus korban tenggelam di Cas Water Park Cikole masih dalam tahap pendalaman. “Masih kita lakukan penyelidikan. Saya juga sempat melihat kesana ada himbauan juga, misalkan anak-anak yang bermain harus didampingi keluarganya. Apalagi disana juga ada penjaganya, ini yang terus kita dalami,” jelasnya. (yanadi)