Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Masyarakat Diminta Galakan PHBS *Tekan AKI dan AKB


PANDEGLANG – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Pandeglang hingga saat ini tertinggi dibanding kabupaten/kota lain di Banten.

Fenomena ini cukup menarik perhatian berbagai kalangan salah satunya Departemen Kedokteran Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia yang datang ke Pandeglang untuk menggelar lomba balita sehat. Lomba ini dipusatkan di halaman Kecamatan Pandeglang, Rabu (13/9).

Kepala Departemen Kedokteran Ilmu Kesehatan Masyarakat dr Sudung Nainggolan menyatakan, dari seluruh daerah atau kabupaten/kota di Indonesia yang paling tinggi angka AKI dan AKB terjadi di Banten, sehingga untuk menurunkan angka itu perlu adanya peran serta dari masyarakat. “Kasus tertinggi AKI dan AKB ada di NTB kemudian urutan kedua adalah Banten salah satunya Pandeglang.

Makanya disini kita harus meningkatkan PHBS salah satunya ibu hamil, agar angka AKI dan AKB bisa menurun,” kata Sudung, saat ditemui usai acara lomba. Untuk menurunkan angka AKI dan AKB juga, Pemkab Pandeglang harus meningkatkan tenaga kesehatan yang lebih banyak dan mumpuni dibidangnya.

Katanya di Pandeglang masih membutuhkan tenaga paraji atau dukun beranak yang diberikan pendidikan yang baik. “Tenaga kesehatannya mutlak ditingkatkan kualitasnya. Kami juga bersyukur disini (Pandeglang) masih ada paraji yang ingin bekerja sama, dan tidak ingin bersaing dengan bidan,” terangnya.

Menurutnya, tenaga yang diberikan paraji sangat bagus karena sudah mampu memberikan pemahaman untuk ibu-ibu hamil dalam pertolongan pertama pada saat melahirkan. Ia juga meminta Pemkab Pandeglang untuk memberikan pelatihan ke semua paraji di semua wilayah.

“Paraji sangat luar biasa karena sebelum ada bidan, mereka dulu yang enolong persalinan, tetapi memang disini pemerintah harus memberikan pelatihan supaya mereka mengetahui tentang persalinan,” paparnya.

Camat Pandeglang Melly Dyah Rahmalia mengharapkan kegiatan lomba balita sehat bisa memberikan pemahaman masyarakat tentang merawat bayi dari kandungan hingga lahir. Katanya, untuk meningkatkan kesehatan ibu juga diperlukan upaya yang efektif dan efisien dari seluruh pamangku kepentingan untuk ikut bersama-sama menurunkan AKI dan AKB.

“Saya berharap ibu-ibu hamil dapat mengetahui dari mulai merawat bayi, pada saat mulai hamil dan lahir, dan jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan,” terangnya. (yanadi)