Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 507 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 629 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca


Ulama di Pandeglang Gelar Istigosah Bersama


PANDEGLANG – Ribuan tokoh agama, santri dan Pejabat Pemerintah berkumpul di lapangan SMK Nurul Mursyida Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang dalam rangka merayakan 10 Muharram dengan menggelar Istigosah bersama dan Ceramah Kebangsaan.

Ketua II PBNU, Marsyudi Suhud mengatakan, Indonesia didirikan dengan budaya Silaturahmi dan semangat gotong royong, dan kegiatan kumpul-kumpul warga, sehingga jika Presiden menginginkan Indonesia damai, maka harus terus menyelenggarakan kegiatan kumpul-kumpul (Silaturahmi).

Dirinya tidak bisa membayangkan jika budaya silaturahmi tidak ada di Indonesia pasti keadaan negara akan kacau, budaya kumpul-kumpul atau silaturahmi di Indonesia merupakan karakteristik khusus yang mampu menyatukan orang-orang atau kelompok-kelompok yang berselisih tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.

“Oleh karena itu, pemerintah harus berterima kasih kepada kiai yang mempunyai fasilitas kumpul-kumpul. Segala persoalan yang terjadi, maka dapat diselesaikan dengan fasilitas sosial berupa kumpul-kumpul. Jika tidak ada budaya kumpul-kumpul tersebut, maka perselisihan terus terjadi,” kata Marsyudi dalam sambutannya, Sabtu (30/9/2017).

Meski budaya kumpul-kumpul sudah mengalami pergeseran, bukan lagi di depan Masjid, tetapi di depan Gedung DPR. Menurut Matsyudi hal itu tidak menjadi masalah selama tidak bertentangan dengan norma dan peraturan hukum yang berlaku.  “Tapi hal tersebut tidak masalah selama mematuhi peraturan yang berlaku dan untuk amar ma’ruf nahi mungkar,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia Pemkab Pandeglang Abdul Ghaffar mengatakan, bahwa setiap tahun biasanya masyarakat menyambut perayaan tahun baru, baik tahun Masehi maupun tahun baru Islam meskipun terdapat banyak perbedaan.

Dirinya berharap dengan melakukan istigosah bersama Kabupaten Pandeglang bisa lebih baik lagi kedepannya.“Melalui kegiatan ini Pandeglang menjadi kabupaten yang makmur dan damai,” imbuhnya. (*/fikri)