Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 243 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 698 | Komentar

Baca


Tanah di KEK Tanjung Lesung Dpertanyakan Warga


PANDEGLANG – Puluhan warga Kecamatan Panimbang mempertanyakan legalitas tanah seluas 462 hektar yang diklaim PT Banten West Java (BWJ) selaku pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Sebanyak 271 warga yang mengaku sebagai pemilik tanah dan ahli waris itu merasa tidak pernah menjual tanah mereka kepada pihak manapun, termasuk BWJ.

Salah satu perwakilan warga, Uneh Junaedi mengatakan, warga yang menempati lahan tidak pernah menjual tanahnya ke BWJ. “Ahli waris tidak pernah menjual tanahnya kepada siapa pun. Kami punya keabsahan dan bentuk tanahnya semua berupa girik,” kata Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Bina Nusantara saat beraudiensi dengan pemkab dan perwakilan BWJ di Gedung Setda Pandeglang, Rabu (6/12).

Dijelaskannya, persoalan sengketa tanah sudah berlangsung sejak tahun 1994, yang bertepatan dengan adanya BWJ. Katanya, pada saat itu pihak BWJ hanya sebatas mengantirugi lahan garapan dan bukan membeli seluruh tanah milik warga. “Pada saat itu BWJ hanya ganti rugi garapan yang dihargakan Rp200 perak untuk penggarap, dan Rp100 perak buat pemda. Jika BWJ mengaku sudah melakukan pembebasan tanah warga merupakan pembohongan publik,” jelasnya.

Salah seorang yang mengaku ahli waris, Doni Romdhoni menuturkan, langkah warga mengadukan persoalan tanahnya ke pemerintah bukan untuk memberatkan masuknya investasi. Pihaknya merasa heran dengan klaim BWJ yang mengaku-ngaku tanah milik warga. “Kami punya bukti surat-surat tanah dari orangtua kami yang sudah dikuasai BWJ. Kami juga merasa aneh BWJ ini membeli lahan ke siapa, kami tidak pernah menjual ke siapapun,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan BWJ, Maheno membantah tanah warga yang dikuasainya adalah lahan sah milik BWJ dengan alasan sudah mengelola lahan KEK Tanjung Lesung sejak tahun 1990. “Terus terang dari tahun 1994 kami sudah di sana (Tanjung Lesung-red). Sampai detik ini hingga proses garap dan pengurugan tidak pernah ada yang mengklaim dan protes. Baru kali ini saja,” bantahnya.

Maheno juga mempersilakan pemilik dan ahli waris tanah untuk membuktikan keabsahan lahan yang diakuinya tersebut. Katanya, BWJ juga telah menunggu kelanjutan dari somasi yang dilayangkan 2 tahun lalu oleh warga.
“Sebetulnya kami siap untuk memfasilitasi, sejak tahun 2015 kami sudah menunggu untuk meminta penjelasan yang diklaim warga. Kalau memang warga punya data, silakan buktikan. Kami siap menyelesaikan secara baik-baik,” paparnya. (yanadi)