Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


DKP Ajak Warga Isuk-isuk Teu Dahar Kejo


PANDEGLANG – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Pandeglang terus melakukan kampanye agar masyarakat beralih mengonsumsi beras ke bahan makanan lain, khususnya umbi-umbian.
Salah satu selogan yang selama ini dikampanyekan DKP adalah isuk-isuk teu dahar kejo (pagi-pagi tidak sarapan nasi).

Bahkan, guna mendukung program diatas pada 2018, DKP Kabupaten Pandeglang akan memulai mengolah umbi-umbian menjadi beras atau bahan baku makanan lainnya. Ini seiring dengan adanya rencana DKP mendapat bantuan satu unit mesin, untuk merubah umbi-umbian menjadi beras analog.

Kepala DKP Kabupaten Pandeglang mengatakan, proses pengolahan umbi-umbian menjadi beras analog sudah diterapkan di daerah Jawa Tengah, yaitu di Grobogan dan Tumenggung. “Tahun 2018 bantuan mesin akan datang ke Dinas Ketahanan Pangan Pandeglang dari Kementerian Pertanian dan Ketahanan. Harga mesin sekitar Rp 200 jutaan per unit, termasuk biaya operasional dan lain-lainnya.

Perbandingannya 4 kg singkong atau talas maupun jagung bisa jadi  satu kg tepung buat diolah jadi beras analog," kata Amri, kemarin.Selain menciptakan beras analog, kata Amri, proses pengolahan umbi-umbian itu bisa juga dibuat mie sehat atau pun makaroni maupun tepung bahan kue atau bisa pula buat bahan ice cream. "Mengonsumsi umbi-umbian dan buah-buahan adalah termasuk menerapkan pola kehidupan yang sehat,” jelasnya.

Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Tanaman Pangan pada DKP Pandeglang Rosi Sukmawati menyatakan, wilayah Kabupaten Pandeglang kaya akan tanaman umbi-umbian, seperti singkong, jagung, talas beneng serta ratusan jenis lainnya.

Potensi tersebut kata Rosi harus terus dioptimalisasi kan produk pertaniannya untuk ketahanan pangan. "Umbi singkong misalnya, ternyata memiliki kandungan serat yang kaya nutrisi dan terdiri dari karbohidrat, protein juga tiamin (B1) dan fluktosa atau zat gula berkalori rendah, sehingga konsumennya tidak akan terjangkit penyakit diabetes," terangnya.

Sedangkan dalam beras kata Rosi terkandung karbohidrat, mineral, vitamin juga glukosa yang berpotensi mengakibatkan penyakit gula atau kencing manis, apalagi bila cara mengonsumsinya tidak berpola higienis.

"Sayangnya generasi muda sekarang rata-rata hobi mengkonsumsi mie instan  dan makanan cepat saji lainnya yang bahan bakunya terbuat dari tepung terigu. Padahal dalam mie instan juga ada zat pelengketnya yang jika terlalu banyak dikonsumsi dapat mengakibatkan penyakit kanker, jantung juga diabet, bahkan stroke," terangnya. (muhaemin)