Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Pengadaan Barang dan Jasa Selalu Molor


PANDEGLANG – Keinginan Bupati Pandeglang agar pelaksanaan lelang proyek pada tahun 2017 dilakukan awal-awal tahun anggaran, gagal dilaksanakan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) setempat. Hal ini terbukti dengan adanya pekerjaan yang gagal lelang atau waktunya pelaksanaannya diakhir tahun sehingga membuat kualitas pekerjaan kurang maksimal.

Persoalan diatas dibenarkan oleh Sekretaris Daerah Pandeglang Fery Hasanudin. Untuk itu, Ketua Pertina Pandeglang ini mewanti-wanti agar ULP harus lebih proaktif. “Karena kegiatan dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa terpantau oleh publik.

Diperlukan komitmen bersama agar tatanan pemerintah dan proses pembangunan di Kabupaten Pandeglang berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” demikian kata Sekda dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Umum Pengadaan Tahun Anggaran 2018 yang diselenggarakan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda, di Hotel S’Rizki, Selasa (12/12).

Sebelum rakoor dimulai, Sekda juga tampak tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena peserta rakoor datang tak tepat waktu. Rakoor sedianya berlangsung pukul 09.00 akan tetapi hingga pukul 10.00 masih ada para peserta yang belum menghadiri acara tersebut. “Tolonglah agar para ASN memperbaiki sikap dan kinerjanya, agar tidak mengulangi hal yang sama, karena bisa mengganggu sistem pemerintahan,” kata Fery.

Terkait pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa banyak yang harus dievaluasi, diantarnya ada beberapa OPD yang gagal lelang, dan tidak konsistennya para kontraktor dalam pengerjaanya. “Dibutuhkan etos kerja dari para ASN, serta ketegasan dari stakeholder. Jika diperlukan tindakan tegas kepada para kontraktor, lakukanlan. Bila perlu blacklist ya jangan takut. Aparatur harus berpegang dan dibekali aturan,” jelasnya,

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Asep Rahmat mengatakan maksud diselenggarakanya kegiatan ini adalah untuk mewujudkan pengadaan barang dan jasa yang tepat kualitas, dan tepat kuantitas serta tepat waktu sesuai dengan tujuan prinsip dan etika pengadaan. “Kami ingin memberikan pemahaman kepada OPD tentang rencana umum pengadaan sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja OPD melalui perencanaan yang baik dan benar,”katanya.

Rakor sendiri diikuti 101 peserta yang terdiri dari para Kassubag PEP serta para peserta yang membidangi perencanaan, evaluasi dan pelaporan serta admin Sirup dari seluruh OPD Se- Kabupaten Pandeglang yang menghadirkan narasumber Widyaiswara Provinsi Banten. (muhaemin)