Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Petani Kesulitan Jual Gabah


PANDEGLANG – Para petani di Desa Bulagor, Kecamatan Pagelaran terpaksa menjual gabah hasil panennya kepada tengkulak, sebab para petani kesulitan menjualnya.

Kepala Desa (Kades) Bulagor, Enting Jaenudin, mengatakan, hingga saat ini petani di wilayahnya masih kesulitan memasarkan beras hasil panennya. Kondisi ini, lanjut Enting, berdampak terhadap produktivitas petani dalam mengembangkan usaha pertaniannya, karaena harganya bisa dipermainkan oleh tengkulak. “Memang di desa kami mayoritas petani, dan hasil panen gabahnya sering dijual ke tengkulak,” jelasnya, Minggu (7/1).

Untuk menghindari hal tersebut perlu adanya penampungan hasil panen para petani.Menurut Enting, pihaknya berencana akan mengaktifkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bulagor untuk menampung hasil panen gabah para petani di desanya.

Pengelolaan BUMDes di bidang pangan ini, kata Enting, untuk memberikan kemudahan kepada para petani, sehingga mereka tidak lagi kesulitan menjual hasil panennya dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat di lingkungan desa. “Kalau gabah petani sudah ditampung BUMDes, akan kami kelola untuk memenuhi konsumsi warga,” kata Enting.

Menurutnya, dengan dikelolanya hasil pangan oleh BUMDes, diharapkan dapat memotivasi petani dalam mengembangkan dan meningkatkan produktivitas pertaniannya serta mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat desa.

Bahkan kata Enting, BUMDes juga siap membantu petani apabila mengalami kesulitan dalam bertani baik soal permodalan, pemasaran maupun pengolahan hasil pertanian. “Kami berharap dengan adanya BUMDes dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Camat Pagelaran Marda mengaku, mendukung dengan langkah BUMDes Bulagor yang bergerak di bidang pangan. Ia berharap, dengan adanya penampungan hasil panen para petani itu mampu meningkatkan hasil produksi pertanian khusnya padi dan sekaligus mendongkrak produktifitas petani. “Kami sangat mendukung. Selain beras yang dihasilkan petani semakin meningkat, baik kualitas maupun kuantitasnya dan mampu diekspor hingga ke luar desa atau kecamatan,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Gatot Sumarjo Irianto menyoroti masih adanya petani yang menjual gabahnya kepada tengkulak.
Gatot meminta, Bulog tidak tinggal diam dan membeli hasil panen gabah petani sesuai harga pasar.

“Saya minta Bulog datang dan hadir. Bulog bisa membeli dengan harga skema komersial dan skema medium. Saya sudah telepon pihak Bulog, kalau harganya lebih tinggi karena panennya baru mulai, harus dibeli dengan skema komersial. Tidak ada alasan kalau Bulog tidak bisa membeli,” tegas Gatot saat panen raya gabah di Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo, Kamis (4/1) lalu.

Gatot mengatakan, pemerintah melalui Bulog harus turun tangan karena jangan sampai hasil panen gabah yang dihasilkan para petani selalu dijual kepada tengkulak. “Bulog ini harus diberdayakan. Kalau Bulog mengatakan tidak panen, tidak benar.

Saya pastikan kita akan panen di seluruh wilayah Indonesia. Caranya, yang melakukan panen mulai dari petani, bhabinkamtibmas, koramil, kabupaten/kota atau provinsi menyampaikan kepada media supaya rakyat tahu ada panen, dan kalau tidak ada itu tidak benar,” terangnya. (yanadi)