Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Anggaran SKTM Naik Rp1,5 Miliar


PANDEGLANG
- Anggaran untuk pasien tidak mampu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang mengalami kenaikan Rp 1,5 miliar dari Rp 2,5 miliar menjadi Rp 4 miliar tahun ini. Pasien tidak mampu yang akan dirawat harus mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang.

Kepala Dinsos Pandeglang, Tati Suwagiharti membenarkan, anggaran SKTM tahun 2018 mengalami kenaikan sekitar Rp1,5 miliar jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Hal ini terjadi lantaran pengguna SKTM mengalami peningkatan.

"Anggarannya kalau tidak salah Rp4 miliar. Sebelumnya Rp2,5 miliar. Kebutuhan masyarakat yang menggunakan SKTM banyak, akhir Desember tahun 2017 saja gak ketampung. Ada juga bebarapa pasien yang dialihkan ke rumah sakit provinsi," jelasnya, Minggu (4/2).

Tati  mengatakan, pengelolaan klaim pasien SKTM harus mendapatkan rekomendasi terlebih dahulu dari dinasnya. Katanya, pasien yang akan menggunakan bantuan tersebut harus diverifikasi terlebih dahulu. "Jadi begini, pasien datang ke rumah sakit menggunakan klaim SKTM. Kami yang memverifikasi bersama TKSK, pasien bersangkutan miskin atau tidak. Kalau miskin, kami buatkan rekomendasi ke rumah sakit," katanya.

Menurutnya, pihaknya tidak mengelola dana SKTM tersebut. Namun, kata Tati, warga yang akan menggunakan SKTM harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari desa atau kelurahan. "Kalau yang mencairkan anggarannya di DPKD. Kita hanya memberikan rekomendasi saja. Keuangannya diproses oleh DPKD. Intinya kalau pasien yang akan menggunakan SKTM harus ada rekomendasi dari RT, RW dan desa," paparnya.

Direktur RSUD Pandeglang, Firmansyah membenarkan, pemohon pasien yang menggunakan SKTM harus adanya persetujuan dari dinsos. "Kami hanya sebagai rujukan saja, tidak kepada rekomendasi dan anggaran. Kewenangannya ada di dinsos," ujar Firman.

Menurutnya, tahun 2017 lalu pasien yang menggunakan klaim SKTM cukup banyak. Bahkan katanya, dana yang disediakan tidak mencukupi. "Banyak, ada ratusan. Namun sekarang kita fokus kepada pelayanan, SKTM ini kita serahkan ke dinsos yang memberikan rekomendasi. Kami berharap tahun 2018 pasien yang menggunakan klaim SKTM bisa tercukupi sesuai harapan masyarakat," harapnya. (yanadi)