Crime News

Dicabuli Ayah & Kakak, 2 Korban Lapor Polisi

News image

CILEGON - Dua korban pencabulan berinisial PP (15), warga Pulomerak da...

Hukum & Kriminal | Kamis, 18 Desember 2014 | Klik: 156 | Komentar

Baca

2 Calo Bus Diamankan

News image

PULOMERAK - Kepolisian Sektor (Polsek) Pulomerak berhasil mengamankan dua orang ca...

Hukum & Kriminal | Kamis, 18 Desember 2014 | Klik: 112 | Komentar

Baca

Lilies Jaminkan Walikota Jaman

News image

SERANG - Terdakwa Lilies Karyawati Chasan melalui kuasa hukumnya, Egi Su...

Hukum & Kriminal | Kamis, 18 Desember 2014 | Klik: 55 | Komentar

Baca


Warga Menes Keluhkan TPS Sementara


MENES – Warga Kadu Gading, Kecamatan Menes mengeluhkan dengan adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara yang dekat dengan pemukiman warga setempat. pasalanya sampah yang dibuang ketempat tersebut sering berantakan dan menyebarkan bau yang kurang sedap, selain itu jika datang turun hujan sampah yang belum terangkut sering terbawa aliran air ke daerah pemukiman. “Meski memang tanahnya itu milik pemerintah daerah namun tidak sebaiknya tempat tersebut dijadikan pembuangan sampah sementara. Karena letaknya sangat dekat dengan pemukiman selain membuat bau kondisi ini juga membuat lingkungan terlihat kumuh,”keluh Tatang warga setempat kepada Banten Raya, Kamis (12/12).

Dia juga menuturkan, yang paling parah jika sampah lambat diangkut oleh petugasnya, lantaran sering berantakan hingga ke jalan umum yang dilakukan oleh hewan yang mencari makanan seperti ayam. “Kalau saran saya dipindahkanlah atau meski tidak dipindakan tempatnya dirapihkan jangan terbuka seperti saat ini,”harapnya. Kepala Desa Menes Yayan menuturkan, kondisi sampah memang pengelolanya gampang-gampang susah. Apa lagi saat ini kalau dilihat tempat pembuangan sampah diwilayah Menes juga sangat minim. Paling dirinya nanti akan mengusulkan ini pada pihak kecamatan agar dinas terkait juga bisa lebih serius lagi. “Saya juga berharap pada semua warga untuk bisa membangun kesadaranya sendiri dalam membuang sampah jangan sampai sembarangan apa lagi sampai ke daerah aliran sungai,”ungkapnya.

Atmaja Suhara menuturkan, pihaknya akan menyampikan keluhan ini pada dinas terkait, karena bagimanapun diwilayah Menes juga ada petugasnya. dan jika memang itu sangat menggangu bagi warga kenapa tidak nanti dipindahkan. “Semuanya pasti bisa diselesaikan apa lagi tapi saya berharap warga juga bisa sabar, dan untuk hal kebersihan lingkungan ini juga perlu dukungan semua pihak salahsatunya dari warga,”katanya (agus)