Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 507 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 629 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca


JALAN SAKETI-MALINGPING PUTUS

PANDEGLANG - Jalan Saketi-Malingping tepatanya di Kampung Kadu Hejo, Desa Citumenggung, Kecamatan Bojong terputus lantaran tanahnya longsor. Tanah longsong di jalur itu diduga akibat tak kuat menahan tingginya curah hujan. Terputusnya jalan ini membuat kendaran roda empat harus berbalik arah mencari jalur alternatif, sedangkan roda dua masih bisa melintas.

Pantuan Banten Raya di lokasi, jalan yang jebol akibat longsong mencapai 100 meter. Jalan yang sudah dibeton tersebut patah dan miring. Kondisi itu cukup membahayakan pengendara roda empat, terutama truk. Masyarakat sekitar beramai-ramai mencoba memperbaiki jalan tersebut dengan cara membongkar bagian jalan yang terlihat curam dan sulit dilalui. Tidak hanya itu, bagian-bagian yang ambrol juga diberi batu agar bisa dilalui kendaraan. Hal itu membuat kendaraan yang hendak melintas mengantre cukup panjang, khususnya roda empat jenis truk, karena untuk jenis angkot dan kendaran pribadi banyak yang berbalik arah.

Baryanto (35), warga setempat mengatakan, ambrolnya jalan ini terjadi sekitar pukul 12.00. “Dari pihak pemerintah belum ada yang ke sini, baik dari kabupaten maupun provinsi. Namun kalau petugas polsek dan koramil Bojong sudah ada, bahkan bersama-sama kita ratakan bagian-bagian jalan yang putus agar bisa dilalui,” ujarnya.

Sementara itu, banjir yang mengancam warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sebenarnya sudah surut sejak pukul 16.00, kemarin. Sebelumnya, tepatnya pada Rabu (9/1) malam pukul 22.00, air Sungai Cibanten meluap dan memasuki rumah warga yang ada di sepanjang bantaran sungai tersebut. "Semalem di Kampung Kendal sama Ambon memang kerendem air kira-kira setengah meter. Warga di empat rumah malah sempat mengungsi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Jaenal Mustaqim, seorang relawan dari Desa Banten, Kecamatan Kasemen yang bertugas memantau banjir di Kasemen.

Ia mengungkapkan bahwa di sekitar Bendungan Karet Kasemen, bersama 9 relawan, 11 anggota Tagana, serta personel dari Polair, puskesmas, dan Rafi juga ikut siaga mengamankan warga di bantaran sungai jika sewaktu-waktu mesti dipindahkan ke dataran yang lebih tinggi. "Sejauh ini juga tidak ada rumah yang ambruk dan korban jiwa. Tapi walaupun di sini tidak hujan, kan kalau ada kiriman dari Selatan tetap aja di sini yang kena banjir," katanya.

Meski air di Sungai Cibanten mulai surut, namun puluhan hektar sawah di Kasemen, khususnya di Kampung Rujak Beling dan Batu Amben, Desa Margaluyu, terendam air hujan sejak dua hari terakhir. Puluhan hektar sawah yang baru berusia sebulan itu terendam seluruhnya, bahkan hanya beberapa pohon saja yang terlihat pucuknya. "Padi-padi ini terancam mati kalau terus dalam keadaan seperti ini. Air ini adalah air dari saluran irigasi yang meluap, ditambah dengan air dari sungai Cibanten. Tahun lalu juga sawah di sini terencam air hujan dan akibatnya gagal panen," kata Asep, warga Kampung Batu Amben.

Tidak hanya itu, jalan menuju ke Kampung Batu Amben juga ikut terputus dengan adanya banjir tersebut. Kendaraan motor dan orang yang ingin melewati jalan harus berhati-hari jika tidak ingin terperosok ke sawah. (mg-Agus)