Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 211 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 266 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 230 | Komentar

Baca


Titik Letusan di Kawah Induk

SERANG – Pemprov Banten mengimbau masyarakat Banten tidak perlu khawatir dan panik dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda. Status waspada II dinyatakan masih relatif aman. Berdasarkan pemantauan, titik letusan yang terjadi di Gunung Anak Krakatau terjadi di kawah induk yang berada tepat di puncak gunung tersebut. Sejak Minggu (2/9) hingga Selasa (4/9) kemarin,

aktivitas Anak Krakatau terus mengalami gempa tremor dan terus mengeluarkan lava pijar. Namun, kondisi visual gunung sulit terpantau akibat kabut tebal. Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang Anton Sigit Pambudi mengatakan, data aktivitas Anak Krakatau pada pada pukul 13.00 kemarin tercatat dua kali gempa vulkanik dalam (VA) dan gempa tremor secara terus menerus.“Dalam sehari gempa tremornya terjadi sekali, namun secara terus menerus atau berulang dengan amplitud rata-rata 34 mili meter,” terang Anton saat dihubungi Banten Raya, kemarin.

Menurut Anton, titik letusan yang mengeluarkan lava pijar yang terjadi saat ini berada di puncak gunung. Sehingga, titik letusan gunung ini berbeda dengan titik letusan yang terjadi pada 2007 dan 2010 lalu, yaitu berada di bagian selatan puncak gunung. “Letusannya tepat berada di kawah induk puncak gunung, namun diameter lebar kawah induk itu tidak diketahui,” terang Anton.   Menurut Anton, lava pijar yang keluar dari gunung mulai terjadi sejak Minggu (2/9) malam sekitar pukul 18.30. Hingga Senin (3/9) pukul 1.15 dini hari, lava pijar tersebut masih terjadi. “Namun, sejak pagi hingga Senin malam tidak terlihat aktivitas letusan maupun pijar,” ujarnya.   Sedangkan, lanjut Anton, titik letusan yang terjadi di 2007 dan 2010 lalu, kondisinya saat ini tidak lagi mengeluarkan letusan. Karena, kondisi dua lubang kawah yang terbentuk itu telah tertutup bebatuan akibat letusan dari kawah induk. Ia juga mengatakan tidak mampu memantau visual gunung. Sebab, kondisi gunung tertutup kabut tebal. “Sejak satu bulan lebih kabut itu sudah ada. Ketebalannya itu dalam istilah kami disebut 0,3 atau tidak terlihat sama sekali. Biasanya kan masih kelihatan setengah atau seperempatnya,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak mempengaruhi pemantauan. Sebab, pantauan dengan menggunakan seismograf tetap dilakukan selama 24 jam. Pantauan visual sifatnya hanya sebagai pelengkap saja. Sedangkan, untuk status Gunung Anak Krakatau, hingga saat ini masih pada level II atau waspada. Oleh karena itu, pihaknya memberikan rekomendasi agar warga sekitar GAK terutama sepanjang Pantai Anyer agar menjaga jarak atau tidak mendekati gunung hingga radius 1 kilometer. “Kalaupun ada debu dari letusan, itu tergantung dari arah angin. Saat ini anginnya menuju Lampung, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” terangnya. Anshori (30), salah satu nelayan Kampung Paku, Kecamatan Anyer mengaku tidak merasa khawatir dengan kondisi Gunung Anak Kratau yang sejak Minggu sudah mulai terasa getaran. Menurutnya, kondisi tersebut sudah biasa dirasakannya. “Kami sudah biasa dengan kondisi itu, jadi kami tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Ya, melaut seperti biasa. Tempat kami melaut pun cukup jauh dari gunung,” ungkapnya. 

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang Sudomo mengatakan, letusan Gunung Anak Krakatau tidak berpengaruh terhadap kondisi pariwisata di Pantai Anyer. Karena, jarak gunung ke Pantai Anyer cukup jauh yakni sekitar 42 kilometer. Sedangkan, status tidak aman akibat letusan berjarak 1-2 kilometer. “Kami terus meminta informasi perkembangan Anak Krakatau ke pos pemantau, dan sejauh ini dinyatakan aman bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Anyer,” tuturnya.  
Bahkan hingga saat ini, aktivitas Anak Krakatau tidak mempengaruhi kunjungan tamu hotel yang ada di sepanjang Pantai Anyer. “Tidak ada tamu hotel yang membatalkan rencana menginap. Sebab kondisinya memang aman,” ujarnya.  Sementara itu, Wakil Gubernur Rano Karno didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Suyadi mengunjungi Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, kemarin siang. Hal itu dilakukan menyusul adanya informasi adanya aktivitas Anak Krakatau sejak beberapa hari terakhir.

Dalam kunjungan kerja tersebut, petugas pos pengamatan Gunung Anak Krakatau memberikan laporannya kepada wagub, terkait aktivitas gunung berapi ini, yang mulai terpantau sejak Minggu (2/9) lalu. Dari informasi yang diterima, Rano mengimbau kepada masyarakat Banten, khususnya yang tinggal di sekitar pesisir pantai untuk tidak panik, mengingat status Anak Krakatau yang masih relatif aman. Namun, meski kondisinya relatif aman dengan status waspada level II, Rano mengimbau masyarakat Banten untuk tetap mewaspadai berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. “Waspada bukan berarti hati-hati, tapi juga bukan berarti melepaskan tanggung jawab kita dengan apa yang terjadi. Saya yakin masyarakat Banten di sekitar sini sudah sangat paham dengan karakter itu. Jadi tidak perlu kita takut, tapi harus tetap diwaspadai,” ujar wagub.  Diketahui sebelumnya, berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, sejak Minggu (2/9) terjadi 79 kali gempa vulkanik dangkal, tujuh gempa vulkanik dalam, dan tremor vulkanik menerus dari pukul 00.00-11.30. Lontaran material pijar dengan ketinggian 300 meter dari puncak Gunung Anak Krakatau terlihat. Pada Senin (3/9), Gunung Anak Krakatau masuk dalam fase erupsi strombolian. (rahmat/mg-ibah)

Beri komentar


Security code
Refresh