Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 514 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 635 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 504 | Komentar

Baca


Kepala DBMTR Banten Diperiksa

SERANG - Penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tanah untuk Gerai Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang oleh Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Banten tahun 2011 senilai Rp 1,4 miliar terus dilakukan. Kemarin, Kejati memeriksa Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (BMTR) Provinsi Banten Sutadi, Selasa (4/9). Sutadi diperiksa dalam kasus itu sebagai mantan Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Banten.

Informasi yang diperoleh Banten Raya, Sutadi yang mengenakan setelan safari warna krem itu diperiksa sejak pukul 10.00. Ia diperiksa di ruang pemeriksaan intelijen Kejati, dan terlihat keluar ruangan sekitar pukul 13.00.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Banten Mustaqim mengatakan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap staf bagian bendahara di Biro Umum dan Perlengkapan. "Tadi dua orang yang diperiksa, Pak Sutadi dan Andi, staf bagian bendahara di biro umum dan perlengkapan," kata Mustaqim kepada wartawan, kemarin.

Mustaqim menyatakan bahwa pemeriksaan itu merupakan pemeriksaan lanjutan terhadap perkembangan kasus itu. "Ini pemeriksaan lanjutan," ujarnya.
Ditemui usai pemeriksaan, Sutadi menyatakan bahwa pemeriksaan tersebut kali kedua setelah sebelumnya juga dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara pengadaan tanah untuk gerai samsat itu.

Sutadi mengungkapkan bahwa pengadaan tanah untuk samsat tersebut sudah sesuai prosedur di mana dalam proyek pengadaan tanah itu pihaknya melibatkan pihak appraisal atau penilai harga tanah. "Kita sudah sesuai, karena kita menggunakan appraisal untuk menghitung harga lahan itu. Kalau bukan appraisal, lalu siapa yang harus dilibatkan untuk menghitung harga tanahnya?" kata Sutadi sambil berjalan menuju mobilnya, kemarin.

Menurut Sutadi, pembelian lahan untuk gerai samsat itu bahkan di bawah harga perhitungan dari appraisal. Berdasarkan hasil perhitungan appraisal, lanjut Sutadi, lahan untuk gerai samsat itu harganya Rp 700 ribu per meter persegi, sementara Biro Umum dan Perlengkapan membeli tanah itu seharga Rp 650 ribu per meter persegi. "Kalau berdasarkan NJOP (Nilai Objek Tanah) lahan di situ memang hanya kisaran Rp 150 ribu per meter persegi. Pemilik tanah kan mau menjual tanah itu karena mau untung, kalau rugi pasti tidak dijual. Yang penting kita sudah sesuai," ujarnya seraya menambahkan bahwa lahan untuk gerai samsat tersebut luasnya 3.500 meter persegi.

"Ada 9 alasan pihak appraisal untuk menentukan harga tanah itu."
Sutadi juga menyatakan bahwa pembangunan gerai samsat tersebut bertujuan agar mendekatkan wajib pajak untuk membayar pajak kendaraan. Sebab, menurut Sutadi, banyak wajib pajak yang tidak mau membayar wajib pajak kendaraannnya karena lokasi samsat sebelumnya jauh.
Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi ini berawal dari laporan masyarakat sekitar awal 2012 yang menduga adanya indikasi korupsi dalam proyek pengadaan lahan Gerai Samsat Sepatan. Kejati kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan puldata dan pulbaket pada awal 2012. Kasus ini kemudian ditingkatkan ke tahap penyelidikan karena ditemukan adanya indikasi korupsi. Dalam kasus ini, Kejati sudah memintai keterangan 25 saksi.

Sekadar informasi, Gerai Samsat Sepatan dibangun untuk melayani wajib pajak (WP) yang mengurus perpanjangan pajak kendaraan tahunan. Gerai Samsat diresmikan pada 27 Mei 2011.
Gerai Samsat Sepatan yang berlokasi persis di depan SPBU Pasar Sepatan untuk melayani WP yang tersebar di 10 kecamatan, yakni Kecamatan Rajek, Sepatan, Sepatan Timur, Mauk, Kronjo, Paku Haji, Teluknaga, Sukadiri dan Pasar Kemis. (marjuki)

Beri komentar


Security code
Refresh