Crime News

Pembunuh Tetangga Divonis Seumur Hidup

News image

RANGKASBITUNG – Nana Sugiana (29) warga Kampung Ciusul, Desa Citorek, Ke...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Juni 2015 | Klik: 195 | Komentar

Baca

Mantan Manager Carrefour Laporkan Penyidik Polres

SERANG - Penyidik Satreskrim Polres Serang dilaporkan oleh mantan Manager ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 12 Juni 2015 | Klik: 338 | Komentar

Baca

Kesal Tak Mau Dicium, Pemuda Aniaya Cewek

News image

SERANG -Rokmat alias Jaeal Abidin, warga Kampung Melias Wetan, Desa Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 10 Juni 2015 | Klik: 347 | Komentar

Baca


Air Laut di Karangantu Surut

SERANG - Air laut di Pelabuhan Kangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sudah seminggu ini surut. Akibatnya, terjadi pendangkalan, akibat proses sedimentasi dan menyebabkan perahu-perahu besar tidak dapat masuk atau keluar melewati pelabuhan tersebut. Jaja, seorang nelayan kapal Manila mengatakan bahwa kejadian semacam ini memang mempersulit nelayan untuk beraktivitas seperti biasa. Apalagi, lumpur-lumpur yang sudah mengeras itu tidak ada yang membersihkan dari pelabuhan, sehingga para nelayan tidak bisa berbuat banyak dan hanya pasrah. Karena tidak bisa melaut, nelayan menganggapnya sebagai kesempatan untuk beristirahat. Mereka juga menggunakan hari-hari libur itu untuk memperbaiki alat tangkap mereka.
"Ya mau gimana lagi. Air memang lagi surut. Sudah beberapa hari begini terus (menganggur-red)," kata Jaja kepada Banten Raya, Senin (27/5).

Dikatakan Jaja, surutnya air laut di Pelabuhan Karangantu biasa terjadi setiap menjelang Ramadhan. Pada saat itu, air memang akan surut dan jika kondisi pelabuhan penuh lumpur, maka perahu yang sudah ada di dalam tidak bisa keluar untuk melaut. Sementara perahu yang ada di luar pelabuhan tidak bisa masuk dan menambatkan perahu melewai pelabuhan. "Memang harusnya sih lumpurnya rutin disedot supaya sewaktu airnya surut kapal bisa keluar masuk," katanya.

Waming, nelayan kapal Doa Ibu menambahkan, dengan tidak bisanya nelayan melaut akibat surutnya air, berpengaruh pada penghasilan yang mereka dapatkan. Jika biasanya ia mendapatkan ikan dan berhasil mengantongi uang sekitar Rp 500 ribu, maka dengan adanya air surut ini, pendapatannya berkurang dari itu. Sebab, volume melaut yang dilakukannya berkurang pula. "Kalau biasanya malam hari bisa keluar buat melaut, sekarang nggak bisa, karena ada lumpur. Ini otomatis mengurangi pendapatan," kata Waming. (tohir)

Komentar Terakhir