Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 248 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 271 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 702 | Komentar

Baca


Gelorakan Kembali Semangat Gotong Royong


SERANG
- Ratusan warga Pakuncen, Kecamatan Bojonegara bersama pejabat Pemkab Serang antusias mengikuti pembukaan bulan bakti gotong royong masyarakat (BBGRM) XIV tingkat Kabupaten Serang tahun 2017, yang penyelenggaraannya digelar di desa tersebut.

Selama satu bulan ke depan Desa Pakuncen, Kecamatan Bojonegara dan 325 desa lainnya di Kabupaten Serang akan melaksanakan kegiatan gotong royong. Semangat gotong royong yang kental di tengah-tengah masyarakat pada jaman orde baru, saat ini nyaris tidak terlihat lagi. Untuk membangkitkan semangat tersebut Pemkab Serang menggelar BBGRM ke-XIV.

Sejumlah kegiatan akan dilaksanakan seperti gotong royong membersihkan jalan, masjid, tempat-tempat pendidikan membangun rumah warga dan juga membuat saluran pembuangan air limbah yang pelaksanaannya melibatkan seluruh elemen masyarakat di desa tersebut.“Tujuan utama kegiatan BBGRM yaitu membangun kembali kesadaran kolektif arti pentingnya gotong royong,” kata Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa usai membuka acara, Kamis (18/5).

Peringatan BBGRM XIV tidak hanya bertujuan untuk membangun fisik daerah, tetapi juga dalam rangka menanamkan nilai-nilai semangat gotong royong pada generasi muda, agar tradisi gotong royong hanya menjadi kenangan.

Dalam satu bulan penuh masyarakat dituntut untuk bersama-sama mengerjakan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang menjadi kepentingan bersama.“Kegiatan ini hanya entri point untuk mendorong masyarakat mengerti filosofi gotong royong, yaitu bekerja sama, untuk kepentingan bersama, dan dipelihara bersama,” ujar wabup.

Pandji tidak menginginkan masyarakat selalu bergantung kepada pemerintah daerah (Pemda) ketika ada pekerjaan yang sebenarnya bisa dikerjakan dan diselesaikan oleh masyarakat dengan cara gotong royong. Kebiasaan mengandalkan pemda menghilangkan sifat-sifat sosial bagi masyarakat itu sendiri.“Pembangunan tidak hanya menjadi beban Pemkab Serang tetapi juga menjadi beban seluruh elemen masyarakat Kabupaten Serang,” paparnya.

Kepala Desa Pakuncen, Kecamatan Bojonegara Saefulloh menuturkan, masyarakat Pakuncen menyambut baik kegiatan BBGRM dan siap untuk mensukseskannya. “Masyarakat di sini (pakuncen-red) sudah tahu semua dan mereka siap untuk sama-sama bergotong royong. Kegiatan BBGRM ini kan juga ada perekaman KTP-el dan juga pemeriksaan kesehatan,” katanya. (RAHMAT TANJUNG)