Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 863 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 578 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 708 | Komentar

Baca


Pengelola Hotel Tolak Produk UMKM


SERANG
– Upaya Dinas Koperasi dan Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang untuk memasukan produk-produk yang dihasilkan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) tidak disambut baik oleh pengelola hotel di kawasan pariwisata Anyer. Padahal, upaya tersebut dilakukan untuk membantu memasarkan produk-produk unggulan Kabupaten Serang kepada wistawan yang datang ke Anyer-Cinangka.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengaku, menyesalkan sikap pengelola hotel yang enggan menerima keberadaan gerai UMKM tanpa ada alasan yang jelas. “Belum lama ini kita dikunjungi wisatawan lokal dari Prabumulih, Sumatera Selatan yang datang ke Anyer sebanyak 600 orang lebih, tapi ketika mereka pulang tidak membawa oleh-oleh khas daerah kita,” kata Wahid, Kamis (18/5).

Mantan Staf Ahli Bupati Serang itu menuturkan, banyak produk-produk unggulan daerah yang bisa dipasarkan di hotel-hotel seperti batik Kaserangan dan batik Anyer, golok, batu fosil, kerajinan kerang dan juga produk-produk lainnya. “Kita tidak bisa menampilkan, karena galeri kita tidak diterima di sana (hotel-red). Mereka sampai sekarang ini seperti di Marbella tidak mau menerima,” ujarnya.

Untuk menyikapi hal itu, pihaknya akan berkoordinasi denga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia(PHRI) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang. “Kemarin kita sudah ngomong pingin memasukan produk UMKM di sana supaya kerajinan kita bisa dilihat, tapi yaitu tidak boleh, kita sangat sayangkan dan kita tidak tahu alasannya. Sebenarnya kalau di daerah lain itu makanan-maknan khas daerahnya ditampilkan di hotel-hotel,” tuturnya.

Sekretaris Disporapar Kabupaten Serang Dedi Arif Rohodi mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan untuk memberikan surat imbauan kepada para pengelola hotel agar menerima produk UMKM. “Saya berharap pihak hotel bisa bekerja sama dengan pelaku UMKM, karena sama-sama sedang usaha. Bisa saja nanti kita mengirimkan surat imabuan agar mereka bisa bekerja sama,” kata Dedi. (tanjung)


Komentar Terakhir