Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 100 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 92 | Komentar

Baca


Pengelola Hotel Tolak Produk UMKM


SERANG
– Upaya Dinas Koperasi dan Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang untuk memasukan produk-produk yang dihasilkan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) tidak disambut baik oleh pengelola hotel di kawasan pariwisata Anyer. Padahal, upaya tersebut dilakukan untuk membantu memasarkan produk-produk unggulan Kabupaten Serang kepada wistawan yang datang ke Anyer-Cinangka.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengaku, menyesalkan sikap pengelola hotel yang enggan menerima keberadaan gerai UMKM tanpa ada alasan yang jelas. “Belum lama ini kita dikunjungi wisatawan lokal dari Prabumulih, Sumatera Selatan yang datang ke Anyer sebanyak 600 orang lebih, tapi ketika mereka pulang tidak membawa oleh-oleh khas daerah kita,” kata Wahid, Kamis (18/5).

Mantan Staf Ahli Bupati Serang itu menuturkan, banyak produk-produk unggulan daerah yang bisa dipasarkan di hotel-hotel seperti batik Kaserangan dan batik Anyer, golok, batu fosil, kerajinan kerang dan juga produk-produk lainnya. “Kita tidak bisa menampilkan, karena galeri kita tidak diterima di sana (hotel-red). Mereka sampai sekarang ini seperti di Marbella tidak mau menerima,” ujarnya.

Untuk menyikapi hal itu, pihaknya akan berkoordinasi denga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia(PHRI) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang. “Kemarin kita sudah ngomong pingin memasukan produk UMKM di sana supaya kerajinan kita bisa dilihat, tapi yaitu tidak boleh, kita sangat sayangkan dan kita tidak tahu alasannya. Sebenarnya kalau di daerah lain itu makanan-maknan khas daerahnya ditampilkan di hotel-hotel,” tuturnya.

Sekretaris Disporapar Kabupaten Serang Dedi Arif Rohodi mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan untuk memberikan surat imbauan kepada para pengelola hotel agar menerima produk UMKM. “Saya berharap pihak hotel bisa bekerja sama dengan pelaku UMKM, karena sama-sama sedang usaha. Bisa saja nanti kita mengirimkan surat imabuan agar mereka bisa bekerja sama,” kata Dedi. (tanjung)