Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 514 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 635 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 504 | Komentar

Baca


Baznas Kehilangan Rp500 Juta


SERANG
– Penyerahan kewenangan pengelolaan SMA dan SMK dari Pemkab Serang ke Pemprov Banten berdampak pada penerimaan zakat yang diperoleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang. Berdasarkan data yang dimiliki Baznas, potensi kehilangan penerimaan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di SMA dan SMK sebesar Rp500 juta lebih.

Ketua Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslich mengatakan, pendapatan Baznas hingga April 2017 mengalami penurunan dibanding pada periode yang sama pada 2016. “Hari ini (kemarin-red) kita akan membahas optimaslisasi pengumpulan zakat, karena sementara ini penurunan dalam penerimaan zakat yaitu sampai saat ini baru Rp2,2 miliar. Dibanding tahun sebelumnya kita kehilangan Rp172 jutaan,” kata Wardi di sela-sela Rakerda XVI Baznas di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Kamis (18/7).

Ia mengungkapkan, sejak diserahkannya SMA dan SMK dari kabupaten ke provinsi, penerimaan zakat kurang optimal. Sementara itu target penerimaan pajak 2017 mencapai Rp10,8 miliar. “Saat ini untuk ASN yang bertugas di SMA ada tiga macam, ada yang  nyetor ke Baznas kabupaten, ada juga yang ke Baznas provinsi, kemudian juga ada yang masih menunggu. Jadi potensi kehilangan penerimaan zakat dari SMA dan SMK sekitar Rp500 juta. Mudah-mudahan targetnya tercapai,” ujarnya.

Untuk menutupi kehilangan penerimaan zakat tersebut, lanjut Wardi, pihaknya sedang berupaya memaksimalkan penerimaan zakat dari perusahaan. “Rencana untuk penggantinya kita upayakan dari perusahaan, tapi sampai sekarang belum aktif. Akhir tahun kemarin (2016-red) ada 10 perusahaan yang menjadi uji coba, langkah pertama yang kami lakukan yaitu pembentukan UPZ (unit pengumpul zakat) di perusahaan-perusahaan,” tuturnya.

Asda II Pemkab Serang Irawan Noor mendorong Baznas Kabupaten Serang untuk menggali potensi zakat yang ada diperusahaan, sehingga dengan penerimaan zakat menjadi lebih optimal. “Sementara ini kan sumber zakat kita sebagian besar dari aparatur, perorangan dan ada juga dari perusahaan, cuman sekarang kita akan coba lagi maksimalkan yang di perusahaan. Yang penting tidak mengganggu keuangan perusahaan, karena yang kita minta kewajiban zakatnya,” ujar Irawan.

Irawan menambahkan, di antara 10 perusahaan yang sedang digarap yaitu PT Indah Kiat Pulp & Paper, PT Nippon Saiki, PT Dystar, PT Nikomas Gemilang dan lainnya. “Potensi zakat dari perusahaan cukup besar, tapi mungkin ada perusahaan yang sudah mengumpulkan zakatnya sendiri, itu silakan saja, kita mengimbau untuk sadaqah dan infaknya. Keberadaan Baznas sangat membantu pemerintah daerah,” katanya. (tanjung)