Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 504 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 618 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 491 | Komentar

Baca


SDN Inpres Cikeusal yang akan Digusur untuk Tol Sekolah Belum Dapat Surat Resmi, Tolak Jika Dimerger


Tiga buah patok beton terpasang di SDN Inpres Cikeusal, di Kampung Cikeusal, Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal. Patok tersebut menjadi tanda lintasan pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

PURNAMA - CIKEUSAL Meski sudah dipasang patok proyek tol, sampai kemarin, pihak sekolah belum juga menerima informasi resmi mengenai apakah benar SD tersebut menjadi lintasan Tol Serang-Panimbang. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana biasanya.

“Baru juga kita mendengar informasi dari temen yang bekerja di PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Provinsi Banten kalau sekolah ini nanti mau direlokasi karena kena imbas jalan tol. Tapi sampai sekarang kita belum tahu kelanjutannya,” kata Agung Saputra, guru SDN Inpres Cikeusal, Kamis (27/7).

Menurut Agung, sempat beredar kabar bahwa SDN Inpres Cikeusal akan dimerger dengan SDN terdekat. “Jika mau di merger (penggabungan dua sekolah) kami menolak karena kenapa harus dimerger. Bukankah dulu tahun 1984, sekolah ini dibangun dengan maksud untuk mendekatkan dan memperluas kesempatan belajar bagi anak di pedesaan agar jangan sampai tidak bersekolah,” katanya.

Agung berharap, SDN Inpres Cikeusal tidak di merger tetapi di relokasi ke tempat baru yang memiliki lahan lebih luas minimal seluas 3.000 meter.  Tujuannya agar sekolah memiliki lahan untuk lapangan upacara dan olahraga. “Kalau boleh memilih kami maunya dipindahkan ke lahan kosong milik warga yang berjarak 500 meter dari sekolah ini.

Namun untuk keputusan akhir kami serahkan kepada pimpinan mau dimerger apa direlokasi. Bagi kami yang terpenting jangan sampai anak-anak telantar. Artinya sebelum di bongkar harus ada kejelasan dulu mau ditempatkan dimana jangan sampai kayak SDN Sadah, gedung lama dibongkar sekarang pindah belajar menempati gubuk,” katanya.

Sekretaris Camat Cikeusal Alep Taryana menuturkan, selain dua SD, Kantor Desa Cikeusal juga terkena gusuran. "Untuk kantor desa, direncanakan nanti mau pindah, mundur ke belakang sedangkan yang SDN Inpres Cikeusal dan Seba juga pindah. Nanti mau diganti cuman untuk lokasinya belum dilaksanaan penetapan,” katanya. ***