Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 212 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 230 | Komentar

Baca


Kekerasan Anak Terus Meningkat



SERANG – Kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Serang masih cukup memprihatinkan dan jumlahnya cenderung mengalami peningkatan.

Tercatat hingga Juli 2017 terdapat sekitar 17 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan, diantaranya yaitu kurangnya pemhamanan masyarakat terhadap fungsi keluarga dan yang paling dominan yaitu faktor ekonomi keluarga.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang Oyon Suryono mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan cenderung mengalami peningkatan karena para korban sudah mulai berani melaporkan kasusnya.

“Ada 17 kasus tetapi itu kekerasan perempuan dan anak, jadi yang kasus anak sekitar 6 sampai 7 kasus,” kata Oyon, di sela-sela acara peringatan Hari Anak Nasional di Waterpark Permata, Kecamatan Bojonegara, Rabu (2/8).

Ia menjelaskan, DKBP3A terus memberi pemahaman terhadap keluraga korban kekerasan terkait prosedur pelaporan dan penanganan kasus kekerasan yang menyangkut anak dan perempuan. “Penyebabnya kekerasan mungkin tingkat keimanan yang masih rendah.

Kemudian pemahaman tentang fungsi-fungsi keluarga harus seperti apa juga masih rendah. Selanjutnya tingkat pendidikan dan latar belakang ekonomi menjadi penyebab terjadinya kekerasan,” ujarnya.
Lebih lanjut Oyon mengungkapkan, penanganan korban kekerasan yang dapat dipulihkan tergantung pada tingkat kekerasan itu sendiri.

Menurutnya semakin tinggi tingkat kekerasan maka semakin sulit seseorang untuk dipulihkan. “Kekerasan itu kan ada yang bersifat psikis, fisik ada juga kekerasan seksual. Kalau kekerasan seksual cukup sulit untuk dipulihkan. Maka yang kita berikan adalah bimbingan agar tidak taruma berkepanjangan,” paparnya.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengimbau agar anak-anak di Kabupaten Serang diberikan pemahaman mengenai nasionalisme dan patriotisme yang saat ini mulai hilang terhadap anak-anak. “Anak-anak saat ini lebih cenderung bersifat individualis,

konsumtif bahkan terkadang bertindak anarkis. Kemudian anak-anak harus dilindungi oleh orang tua, masyarakat sekitar agar tidak menjadi korban kekerasan. Pemahaman terhadap fungsi keluarga harus terus ditingkatkan,” kata Pandji. (tanjung)