Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 212 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 230 | Komentar

Baca


Pandji Ragu Soal Serang Barat


SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tidak mempermasalahkan jika Forum Serang Barat (Formaseb)  mewacanakan dan mendiskusikan kembali pemekaran Serang barat, jika pemekaran dianggap perlu dilakukan.

Namun hal tersebut harus dibarengi dengan studi kelayakan dan kajian yang matang, sehingga pemekaran Serang barat tidak hanya sekedar berbagi wilayah dan bertujuan mencari keuntungan semata.  Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, wacana pemekaran Serang barat oleh Formaseb merupakan hak masyarakat dalam berdemokrasi.

“Silakan saja itu sah-sah saja mereka (formaseb-red) berwacana. Cuman kan sekarang pemerintah pusat mengeluarkan moratorium pemekaran. Kalau sekedar wacana untuk didiskusikan dan dikembangkan ya silakan saja. Itu hak demokratis mereka,” ujar Wabup, Rabu (2/8).

Pandji menjelaskan, pemekaran daerah memerlukan kalkulasi dan perhitungan yang matang dan harus dikaji kekurangan dan kelebihan terutama dalam pelayanan masyarakat jika pemekaran dilakukan. “Kalau kita beranalogi, anggaplah kalau 29 telor dianggremi (dierami-red) oleh satu induk ayam, dari 29 telor itu apakah akan jadi ayam semua atau tidak, atau lebih efektif 14 telor dianggremi satu ayam agar mungkin jadi ayam semua,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, pemekaran daerah harus dikembalikan pada potensi daerah itu sendiri, karena membuat daerah otonom bukan hanya sekedar membelah daerah menjadi dua. “Jika dimekarkan apakah nanti daerah otonom itu mampu untuk mengembangkan potensi dirinya dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat itu harus dipelajari, harus ada studinya dulu dan kajiannya juga harus matang,” paparnya.

Selain itu, Pandji menambahkan, pemekaran Serang barat harus melihat kesiapan masyarakat itu sendiri dan tidak bisa dipaksakan ketika masyarakatnya tidak siap. “Kesiapan masyarakat dan potensi PAD (pendapatan asli daerah)nya dari mana dan triger pertumbuhannya apa? Kan harus ada tulang punggung ekonominya, jangan sampai nanti malah menjadi beban daerah induknya,” katanya. (tanjung)