Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 208 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 260 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 226 | Komentar

Baca


UMKM Tanpa Agunan Diseleksi Ketat


SERANG – PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) melalui Bank bjb, Bank BRI, dan Bank Serang memfasilitasi permodalan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Serang.

Jamkrida sebagai penjamin pinjaman tidak memberi syarat agunan bagi pinjaman maksimal Rp5 juta bagi para pelaku UMKM yang telah mendapat referensi dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang.

Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, Pemkab Serang terus mendorong pemberdayaan pelaku UMKM baik dari segi permodalan, peningkatan SDM, peralatan dan juga pemasaran. “Kami terus mendorong UMKM karena kita berharap bisa menurunkan jumlah pengangguran dan menjadi solusi bagi kemiskinan di Kabupaten Serang,” kata Tatu usai membuka acara Fasilitasi Permodalan bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM), di aula Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Serang, Senin (7/8).

Ia menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Jamkrida agar memfasilitasi permodalan bagi pelaku UMKM tanpa harus ada agunan. “Peluang usaha UMKM terbuka lebar, tapi persoalan klasik kita yaitu masalah permodalan. Kita ada Jamkrida di Provinsi Banten. Namun yang jadi catatan dari Jamkrida yaitu pemda harus memberi referensi mana UMKM yang aktif dan yang sehat begitu juga sebaliknya.

Saya minta diskoperindag mendata UMKM dengan baik,” paparnya. Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid menuturkan, banyak kendala yang dihadapi oleh para pelaku UMKM dari mulai permodalan hingga pemasaran yang masih manual.

“Banyak yang menjadi tugas kami, tapi kita harus menuntaskan satu persatu yang pertama masalah permodalan. Ada harapan baik bagi UMKM karena lembaga perbankan mau membantu melalui Jamkrida,” kata Wahid.

Ia menegaskan, agar tidak ada pihak yang dirugikan, pihaknya akan melakukan seleksi yang ketat terhadap UMKM yang akan meminjam ke bank melalui Jamkrida. “UMKM yang mau mendapat pinjaman akan diseleksi terlebih dahulu apakah layak mendapat pinjaman atau tidak, karena pinjaman yang diberikan tidak menggunakan agunan. Karena kan perbankan khawatiran kreditnya macet. Maka tugas kami yang melakukan seleksi,” Ia menambahkan. (tanjung)

Komentar Terakhir