Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 111 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 157 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 614 | Komentar

Baca


Terkena Air Ciujung, Puluhan Ribu Bandeng Mati


SERANG - Puluhan ribu ikan bandeng milik masyarakat di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa mati akibat tercemari air Sungai Ciujung. Seperti diketahui, sudah dua bulan ini Sungai Ciujung menghitam dan mengeluarkan bau menyengat.

Kepala Desa Tengkurak Suryadi mengatakan, ada lima pemilik tambak bandeng yang melaporkan ribuan bandeng di tambak mereka mati. "Satu orang bisa empat hektar punya empangnya. Makanya bisa puluhan ribu yang mati. Kan air empang itu ada dari Sungai Ciujung. Airnya masuk ke empang, mati ikannya," kata Suryadi.

Suryadi mengatakan, kondisi Sungai Ciujung lebih parah dalam tiga tahun terakhir. "Kalau tahun-tahun sebelumnya meskipun musim kemarau masih ada hujan. Kalau tahun sekarang tidak ada hujan sama sekali. Otomatis yang ada di Sungai Ciujung isinya hanya air limbah dari perusahaan.

Kalau dulu kan masih terdorong oleh air dari Pamarayan yang masih mengalir. Sekarang debitnya tidak ada sama sekali," kata Suryadi.  Karena kondisinya yang parah tersebut, maka tidak ada warga yang berani menggunakan air Sungai Ciujung. "Enggak berani lah masyarakat," ujarnya.

Ia pun heran dengan sikap pemerintah baik pemerintah daerah ataupun pusat yang terkesan tak serius menanggulangi pencemaran di Sungai Ciujung. Padahal, Ciujung menghitam terjadi hampir setiap tahun. Masyarakat pun sudah sangat lelah mengeluh dan memperjuangkannya. Anggota DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup sudah datang beberapa kali, tapi kondisi Ciujung tetap tidak pernah berubah.

"Kemarin itu masyarakat sebenarnya ingin audiensi ke kecamatan. Saya konfirmasi ke camat, katanya kalau bisa ke dewan saja. Saya mau fasilitasi ke dewan tapi masyarakatnya enggak mau. Mungkin karena enggak bisa ngomong. Maklum lah Pak namanya juga masyarakat kecil," katanya.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang Ahmad Faisal meminta pemerintah serius menangani Sungai Ciujung. "Saya setiap pulang ke Tirtayasa pasti masyarakat mengeluhnya soal Ciujung. Harusnya pemerintah jangan segan mengambil tindakan dan sanksi untuk perusahaan pencemar sungai. Sidak itu harusnya saat ini.

Jangan sampai pas sungai sudah normal, pemerintah itu baru sidak," kata anggota dewan dari Tirtayasa ini. (fikri)