Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 111 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 157 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 614 | Komentar

Baca


24 OPD Belum Miliki Penataan Arsip


SERANG- Sebanyak 24 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten belum memiliki konsep penyimpanan dan penataan arsip negara.

Kondisi seperti ini akan menjadi pekerjan rumah (PR) bagi OPD untuk melakukan penataan arsip negara. “Karena arsip negara merupakan sejarah perjalanan sebuah pemerintahan yang nantinya akan menjadi pelajaran bagi generasi penerus bangsa. Ini jadi PR buat DPK dan OPD lainnya,” kata Arsiparis di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Banten Epi Fahrozi, Selasa (5/9).

Epi mengatakan, tahun ini pihaknya memiliki program penataan dan pembenahan arsip di 10 OPD Banten. Sebelumnya, DPK Banten juga sudah melakukan penataan terhadap arsip negara tersebut. “Dari 42 OPD di lingkungan Pemprov Banten hanya 18 OPD yang memiliki konsep kearsipan yang baik sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Meski demikian, lanjutnya, DPK Banten siap membantu melakukan penataan arsip yang kemudian arsip tersebut bisa disimpan dan digunakan kembali jika dibutuhkan. Namun Epi mengaku bahwa kapasitas Depo Arsip di DPK Banten belum bisa menampung seluruh arsip milik OPD Banten.

“Misalnya di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten, kami hanya mampu menyimpan 2 ribu box dari 12 ribu box yang menjadi arsip milik BPKAD. Namun untuk sementara arsip milik OPD disimpan di ruangan penyimpanan yang berada di lantai dasar Masjid Al Bantani,” ungkapnya.

Kepala DPK Banten Ajak Moeslim mengatakan, tidak semua arsip milik OPD Banten bisa disimpan di Depo Arsip. Dari seluruh arsip, hanya 10 persen yang bisa disimpan oleh DPK Banten.  “Arsip yang disimpan adalah arsip statis permanen, seperti sertifikat aset milik Pemprov Banten, sejarah perjalanan Banten hingga sejarah perjalanan pemerintahan Banten,” kata Ajak.

Menurutnya, arsip yang disimpan di Depo Arsip nantinya akan dijadikan digitalisasi. Hal tersebut bertujuan untuk membackup arip base paper jika terjadi kerusakan. “Sedangkan arsip keuangan milik OPD Banten hanya berlaku paling lama 10 tahun,” imbuhnya. (satibi)