Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 111 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 157 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 614 | Komentar

Baca


Upaya BPPD Meningkatkan Pendapatan Minta Bank Buka Loket Khusus di Kecamatan


Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk buku 1, 2 dan 3 maupun untuk buku 4 dan 5 masih jauh dari target.  Sampai saat ini realisasi untuk PBB buku 1 baru tercapai Rp2,2 miliar dari ketetapan Rp11,2 miliar atau baru terealisasi 19,7 persen. Sedangkan untuk PBB buku 5 baru terealisasi Rp14,8 miliar dari ketetapan Rp48,9 miliar atau terealisasi 30,3 persen.

Padahal, jatuh tempo buku 1 yaitu 30 Oktober dan buku 5 yaitu 30 September. Kasi Penagihan PBB Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Serang Imron mengatakan, BPPD Kabupaten Serang telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan penagihan kepada para wajib pajak, dari mulai sosialisasi melalui baliHo dan spanduk, sampai dengan mendatangi kantor-kantor kecamatan.

“Kalau kita melihat tahun kemarin (2016-red) ada peningkatan capaian yaitu pada pertengahan September untuk buku 5,” kata Imron saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/9). Dengan sisa waktu yang hanya kurang dari satu bulan ini, pihaknya akan fokus untuk melakukan penagihan buku 4 dan 5.

Pasalnya, pada tahun 2016 hingga jatuh tempo piutang buku 5 mencapai Rp7,9 miliar. “Tapi Insya Allah perkiraan kita sampai jatuh tempo realisasinya mencapai di atas 75 persen. Kita juga akan langsung mendatangi perusahaan-perusahaan yang belum membayar pajaknya. Tahun ini ada tiga perusahaan yang mengajukan keringanan pajak dengan berbagai alasan,” ujarnya.

Sedangkan untuk realiasi buku 1, lanjut Imron, masih banyak kecamatan yang capaiannya masih rendah, seperti Kecamatan Baros, Cinangka, dan Kecamatan Gunungsari. “Yang sudah lunas beberapa desa di Kecamatan Bojonegara dan Kecamatan Tunjung Teja. Sementara untuk Kecamatan Padarincang yang tahun kemarin paling rendah saat ini poisisinya ke 23.

Mulai Senin depan kita akan keliling lagi untuk memaksimalkan tagihan,” paparnya. Ia menjelaskan, tidak dipungkiri jika banyak kendala yang dialami para wajib pajak untuk membayarkan kewajibannya, seperti proses transaksi pembayaran di bank BJB yang tidak berjalan dengan lancar.

“Kita sudah minta ke pihak BJB untuk membuka loket khusus untuk bayar pajak di kecamatan-kecamatan. Kita juga sedang mengajukan kendaraan di anggaran perubahan ini untuk keliling ke desa-desa untuk melakukan penagihan,” ia menambahkan. (tanjung)