Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 111 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 157 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 614 | Komentar

Baca


GP Ansor Instruksikan Doa untuk Rohingya


SERANG- GP Ansor Provinsi Banten menginstruksikan agar para pengurus Ansor di seluruh Banten menggelar doa untuk muslim Rohingya. Doa bersama ini diharapkan dapat membantu kesulitan yang dialami para muslim di sana.

Ketua GP Ansor Provinsi Banten Ahmad Nuri mengatakan, kesengsaraan yang dialami muslim Rohingya merupakan kesengsaraan muslim Indonesia bahkan seluruh dunia. Sebab muslim satu dengan muslim yang lain adalah satu tubuh yang bila salah satunya sakit maka akan sakit seluruhnya.

Karena itu ia menginstruksikan jajaran pengurus Ansor untuk menginisiasi doa bersama di mana pun pengurus Ansor tinggal, baik di masjid-masjid maupun majelis taklim. Ia berharap dengan adanya ribuan doa akan memberikan harapan bagi masa depan nasib muslim Rohingya yang lebih baik. "Minggu depan juga kita akan menggelar solat gaib untuk mendoakan para korban muslim Rohingya," kata Nuri, Senin (11/9).

Nuri mengatakan, GP Ansor Banten juga akan menghimpun dana dari para pengurus untuk disalurkan ke lembaga penyalur dana bantuan kemanusiaan yang dibuka Nahdlatul Ulama (NU). Usaha ini adalah komitmen GP Ansor dalam masalah keumatan sebab muslim yang satu dengan lain adalah saudara.

Karena itu GP Ansor tergerak untuk melakukan aksi ini. "Dalam konteks umat muslim dan kemanusiaan kita memiliki kesamaan," katanya. Nuri mengatakan, GP Ansor secara kelembagaan mengutuk keras dan mengecam tindakan represif rezim Myanmar yang membantai muslim Rohingya.

Tindakan yang dilakukan terjadi akibat bersekutunya kelompok agama radikal, angkatan bersenjata, dan kekuasaan untuk memberangus hal-hal yang sifatnya perbedaan. Korban perbedaan itu adalah umat Islam Rohingya.

Kejadian ini menurutnya jangan sampai berlarut-larut karena dikhawatirkan akan memicu aksi kekerasan lain. Ansor juga mendesak pemerintah agar melakukan tindakan nyata menghentikan konflik tersebut.
“Tidak ada jalan lagi bagi pemerintah melakukan diplomasi. Bila perlu dilakukan pengadilan di Mahkamah Internaisonal karena ada upaya genosida,” ujarnya.

Nuri juga berharap agar konflik yang ada di Myanmar jangan sampai menyulut konflik di Indonesia. Karena itu umat muslim hendaknya menganggap masalah ini sebagai ujian dari Allah SWT dan terus membantun saudara sesama muslim dengan penggalangan bantuan atau hal lain yang lebih produktif. “Umat Islam Indonesia harus tetap harmonis meski di negara lain muslim mendapatkan ujian berat,” kata Nuri.

Ketua GP Ansor Kota Serang Sabroni mengatakan bahwa mendoakan sesama muslim adalah salah satu yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW. Sebab doa memiliki peranan penting dalam ajaran Islam. “Kita harap ujian yang dialami saudara kita di Myanmar dapat segera selesai,” katanya.

Terpisah, Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polda Banten tidak melarang aksi-aksi dukungan terhadap etnis muslim Rohingya. Syaratnya, saat demo, warga harus menjaga kondusivitas. Untuk saat ini, syarat tersebut masih tetap dijaga oleh setiap peserta aksi. Makanya hingga saat ini rangkaian aksi solidaritas tidak ada yang menjurus pada anarkisme.

“Masih kondusif, lebih banyak ke penggalangan dana. Aksi sodaritas kita juga maklumi tapi yang harus selalu diingat bahwa aksi-aksi yang ada ini kembali kita arahakan, (bahwa) ini bentuk gerakan moral. Jangan sampai peristiwa di luar berdampak pada munculnya permasalahan di dalam negeri,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Mantan Kapolresta Surakarta itu menuturkan, warga harus jeli melihat konflik yang terjadi di Myanmar dan tak termakan dengan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Masyarakat harus meyakinkan bahwa apa yang dilakukannya adalh untuk menjaga kedaulatan.

“Jangan sampai kita terhanyut dengan isu, kan yang dimunculkan isu SARA ya. Sementara di satu sisi yang muncul hal lain, terkait masalah lain, terkait menjaga kedaulatan dan sebagainya. Gerakan kemanusiaan silakan, tapi kita tetap dalam koridor-koridor sesuai undang-undang nomor 9 (tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum),” katanya.

Agar tak kecolongan, kata dia, pihaknya akan terus memantau semua perkembangan di Banten terkait konflik Rohingya. Untuk itu, Polda Banten telah menyebar personel-personelnya untuk menghimpun informasi secara berkala. “Tim intelegen saat ini sedang terus mengamati,” ungkapnya.

Soal adanya ancaman warga yang akan berangkat ke Myanmar jika pemerintah tak kunjung bersikap tegas atas konflik yang terjadi, Listyo mengatakan sebaiknya ikuti imbauan yang sudah dikeluarkan. Sebab, pemerintah tidak tinggal diam terkait konflik di negara yang kini menjadi tuan rumah piala ASEAN Football Championship (AFF) U-18 itu.

“Yang jelas, imbauan dari pusat dan daerah kan untuk betul-betul berpikir apakah perlu berangkat ke sana. Karena ini masalahnya bukan masalah agama ya, yang lebih tahu yang di sana. Jadi lebih baik doakan, ya kalau mau dukung, dukung saja dari sini,” tuturnya.

Ketua Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) Zaenal Arifin mengatakan, ancaman berangkat ke Myanmar dilakukan jika memang pemerintah tidak juga bertindak tegas dengan mengirimkan pasukan ke sana.

“Kalau pemerintah Indonesia tidak bersikap secara tegas, umat Islam yang akan bergerak. Cuma memang kita ini redam dulu itu, coba lakukan dengan cara-cara konstitusi. Saya rasa duta besar Myanmar juga harus diusir, khawatir terbunuh mending diusir saja,” ungkapnya. (tohir/dewa)