Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 111 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 157 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 614 | Komentar

Baca


Pemkot Tak Mampu Tangani Kemacetan


SERANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dinilai tidak mampu dan belum serius menangani masalah kemacetan dan banjir di Kota Serang. Penanganan yang dilakukan masih sebatas normatif.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Serang Rohman mengatakan, tidak ada tindakan tegas pada penataan Kota Serang guna mengantisipasi masalah tersebut. Rohman meminta Pemkot Serang lebih serius dan tegas mengatasi masalah kemacetan yang ada di Kota Serang.

Bila tidak, maka pada 10 atau 20 tahun mendatang Kota Serang akan menjadi kota bencana, karena semakin bertambahnya kendaraan pribadi yang menyebabkan aktivitas masyarakat terhambat. Sejauh ini, tindakan terhadap angkutan umum dari luar daerah yang masuk ke Kota Serang juga tidak dilakukan secara tegas.

"Pemkot Serang sebetulnya sudah melakukan usaha meski baru sebatas normatif. Pemkot Serang harus tegas dalam menata transportasi umum," kata Rohman saat seminar format tata ruang ideal untuk mencegah kemacetan dan banjir di Kota Serang, yang digelar di RM S Rizky Kota Serang, Senin (11/9).

Rohman menyatakan bahwa kemacetan dan banjir yang melanda Kota Serang saat ini dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat. Ia mencontohkan warga Ciceri yang dulu menuju ke gedung Pendopo Gubernur Banten lama hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.

Namun sekarang waktu yang dibutuhkan lebih lama karena banyak dihadang titik-titik kemacetan di sepanjang jalan. "Ini menghambat aktivitas masyarakat Kota Serang," kata Rohman. Rohman menyatakan, bertambahnya jumlah kendaraan di satu sisi memang menunjukkan adanya perbaikan tingkat ekonomi masyarakat.

Karena itu masyarakat harus didorong agar mau menggunakan transportasi umum,  caranya dengan memperbaiki angkutan sehingga menjadi moda transportasi yang aman dan nyaman. Selain akibat banyaknya kendaraan, kemacetan di Kota Serang juga disebabkan karena aset Kota Serang yang belum diserahkan Pemkab Serang, sehingga aktivitas Pemkab Serang masih berada di tengah kota.

Rohman menyatakan bahwa mengatasi masalah banjir dan macet memang bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat. Dalam pengamatannya, penyebab kemacetan salah satunya juga karena budaya masyarakat Kota Serang yang belum siap dengan perkembangan kota.

Karena itu seminar ini digelar agar ada solusi mengatasi masalah kemacetan dan banjir ini. "Hasil seminar akan menjadi rekomendasi bagi Pemkot Serang," ujarnya. Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengatakan bahwa kemacetan adalah masalah yang dialami setiap kota dan tidak hanya Kota Serang.

Jaman juga mengaku merasakan kemacetan. Bila dulu dia bisa bepergian dengan waktu yang relatif singkat, saat ini menjadi lebih lama karena adanya kemacetan. "Kalau dulu saya jalan dari Sayabulu cuma beberapa menit, sekarang sampe 30 menit," katanya.

Jaman menyatakan bahwa salah satu kendala penanganan banjir dan macet di Kota Serang adalah karena kemampuan APBD Kota Serang yang masih kecil, yakni hanya Rp 1,2 triliun. Dengan anggaran segitu, Pemkot Serang belum mampu menangani semua masalah.

Karena itu Pemkot Serang meminta bantuan anggaran ke Pemprov Banten dan pemerintah pusat. "Selain itu kami juga terus melakukan terobosan, salah satunya membuat jalur alternatif," katanya.
Terkait banjir, Jaman mengatakan perlu ada kesadaran dari masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, sebab sampah menyebabkan gorong-gorong dan jalur air tersumbat dan terjadi genangan.

Ia mencontohkan ketika Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang membersihkan gorong-gorong sampah yang ada di dalamnya tidak hanya sampah kecil melainkan sampah besar. "Bahkan ada juga kasur," kata Jaman. (tohir)