Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 130 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 174 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 627 | Komentar

Baca


Dibangun, SDN Sadah Terancam Kembali Tergusur


SERANG – Rencana pembangunan SDN Sadah, di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas yang masih dalam proses pembebasan lahan dinilai kurang tepat serta kurang efektif.

Pasalnya, jumlah siswa di SDN tersebut kurang dari 100 orang. Sehingga hal yang paling penting dilakukan yaitu menggabungkan dengan SDN yang ada di Kecamatan Kragilan yang lokasinya tidak jauh dari SDN Sadah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Sarjudin mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan SDN Sadah dilakukan secara berhati-hati. “Masih proses (pembebasan-red). Kita tidak mau geradak geruduk seperti kadis yang dulu (Daud Fansuri-red) yang ujung-ujungnya kita yang dikurungi,” kata Sarjudin, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/9).

Ia menjelaskan, tim appraisal telah menemukan lokasi yang tepat untuk pembangunan SDN Sadah yaitu di sekitar lahan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang. “Untuk anggaran pembebasan lahan yaitu Rp1 miliar dengan minimal luas lahan 4.000 meter.

Kalau untuk pembangunan fisiknya saya yakin tidak bisa dibangun tahun ini, karena harus melalui proses lelang dulu. Untuk pembangunan fisik sekitar Rp1,5 miliar,” ujarnya. Namun demikian pihaknya khawatir jika SDN Sadah dipaksakan dibangun di sekitar Puspemkab akan kembali tergusur seiring terjadinya perkembangan di wilayah tersebut.

“Kalau saya melihat mubazir dan tidak efisien, karena kan pasti Puspemkab berkembang. Nanti digusur lagi. Kalau menurut hemat saya mendingan digabungin saja dengan SDN yang ada di Kragilan karena kan lokasinya cukup berdekatan,” paparnya.“Semoga saja tahun ini bisa selesai. Kemudian pemilik lahan tidak menjual di atas harga yang telah ditetapkan tim appraisal,” harapnya. (tanjung)