Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 507 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 629 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca


Warga Sulit Mencari Kerja


SERANG- Survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 11-16 September 2017 mengemukakan fakta bahwa keluhan terbanyak warga Kota Serang adalah mengenai susahnya mencari pekerjaan. Karena itu calon kepala daerah Kota Serang harus memprioritaskan program kerja mereka, salah satunya mengenai penyelesaian masalah ini.

Peneliti LSI Ardian Sofa mengatakan bahwa dalam survei yang mengambil sampel 440 warga Kota Serang yang ditanyai mengenai masalah khusus apa yang paling penting yang ada di Kota Serang, hasilnya 56,60 persen menyatakan susah mencari lapangan pekerjaan. “Susah mencari pekerjaan dinilai merupakan masalah khusus yang paling penting oleh warga Kota Serang,” kata Ardian, Senin (2/10).

Ardian mengungkapkan, masalah kedua yang dianggap paling penting oleh warga Kota Serang dan harus segera diatasi adalah pendidikan mahal, dengan jumlah responden mencapai 11,60 persen, kemudian kesehatan mahal 7,80 persen, polusi dan kerusakan lingkungan 3,40 persen, dan pemimpin tidak ada yang bisa dipercaya sebanyak 2,30 persen.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang, jumlah pencari kerja dari Januari sampai Agustus 2017 mencapai 9.414 orang. Para pencari kerja didominasi lulusan SMA/SMK. Pada Juli dan Agustus pembuatan kartu kuning yang akan digunakan untuk mencari kerja meningkat dibandingkan dengan bulan lainnya. Penyebabnya karena banyak pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Kepala Seksi Penempatan Ketenagakerjaan pada Disnakertrans Kota Serang Roswiyanti mengatakan bahwa Pemkot Serang berusaha mengatasi masalah pengangguran dengan membuka pelatihan-pelatihan keterampilan, baik yang dilakukan secara mandiri dengan masyarakat maupun dengan bekerja sama dengan Balai Besar Pusat Latihan Kerja (BBPLK) Serang.
“Tapi karena anggarannya terbatas, jadi hanya pelatihannya hanya sedikit,” kata Wiwi, panggilan Roswiyanti.

Wiwi mengungkapkan, salah satu penyebab tingginya pencari kerja adalah karena setiap tahun, sekolah menerima siswa yang jumlahnya semakin meningkat. Jumlah siswa yang lulus kemudian tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja.  “Penerimaan siswanya lebih banyak,” katanya.

Penyebab lain perusahaan di Kota Serang lebih banyak merupakan perusahaan kecil dan bukan pabrik yang memerlukan banyak pekerja. Selain itu, banyak sekolah kejuruan yang jurusannya tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, seperti jurusan sekretaris dan akuntansi.  “Kalau perusahaan sekarang mau ngerekrut akuntan minimal yang D3,” ujarnya.

Salah satu cara yang digunakan dalam mengatasi masalah pengangguran adalah setiap SMK kerjurauan wajib mempunyai bursa kerja khusus (BKK). BBK inilah yang menjalin kerja sama antara sekolah dengan industri sehingga ada yang nyambung antara lulusan sekolah dengan lowongan kerja yang tersedia.

“Rencananya kalau tidak ada halangan 6-9 November akan ada bursa kerja di SMKN 2 Kota Serang,” katanya seraya menambakan saat ini telah ada 12 BKK di Kota Serang. (tohir)