Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 247 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 270 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 701 | Komentar

Baca


Ranta-Subadri Selangkah Lagi


SERANG- Tiga partai politik telah sepakat bakal mengusung pasangan Ranta Soeharta-Subadri Usuludin untuk maju sebagai calon walikota-wakil walikota Serang pada Pilkada Kota Serang 2018. Tiga parpol pengusung Ranta-Subadri yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ketua DPW PKS Miptahuddin mengatakan, Ranta dan Subadri selangkah lagi resmi berpasangan, karena tahapannya tinggal menunggu rekomendasi dari DPP PPP. Targetnya, sampai akhir Oktober ini rekomendasi dari PPP sudah dikeluarkan.

"Ya selangkah lagi (berpasangan), sekarang kita menunggu kepastian PPP, sedang dalam proses. Kalau PPP final prosesnya, mengusung Pak Subadri sebagai wakil walikota, nanti disandingkan dengan Pak Ranta.

Kalau PPP ini clear (selesai) dalam waktu singkat, kita deklarasi pasangan, kemudian langsung membahas program kerja calon," ujar Miptahuddin, usai rapat paripurna peringatan HUT ke-17 Provinsi Banten, di gedung DPRD Banten, Rabu (4/10).

Miptahuddin mengungkapkan, antara PKS, Nasdem dan PPP sudah tidak bicara lagi soal posisi siapa yang menjadi calon walikota atau wakil walikota. Meski pun sebelumnya PPP memberi syarat untuk berkoalisi harus mengakomodir calon walikotanya dari sosok yang direkomendasikan PPP.

"Kita sudah sepakat kok, kita intens pertemuan, tinggal nunggu kepastian PPP saja. Kita sudah tidak ada lagi membahas siapa walikotanya dan wakilnya, enggak ada. Sudah clear, sepakat ya, tinggal menunggu PPP dapat rekomendasi DPP," tegas Miptah, nama singkat Miptahuddin.

Miptah menegaskan, jika PPP bergabung ke Koalisi Rumah Kita yang digagas PKS dan Nasdem, maka syarat jumlah kursi dukungan untuk mengusung pasangan calon sudah terpenuhi. "PKS kan tiga kursni, Nasdem empat kursi, dan PPP tiga kursi. Total jadi 10 kursi, sudah cukup syaratnya kan 9 kursi," tegas Miptah.

Menurutnya, sikap PKS untuk Pilkada Kota Serang 2018 tersebut ingin mencari kemaslahatan bagi masyarakat. Miptah menilai, Kota Serang ini butuh figur pemimpin yang punya karakter kuat, dan mau membenahi, dan mengurusi Kota Serang. Karena Kota Serang ibukota provinsi. Selama ini tidak terurus, banyak permasalahannya.

"Maka PKS sudah membidik calon walikotanya yakni Pak Ranta yang kini menjabat Sekda Banten. Menurut kita, sekda ini paling tepat dari calon yang ada, paling bagus dan bisa kita harapkan ke depan. Memang dinamikanya belum selesai, karena PKS harus berkoalisi satu parpol lagi. Tapi target kita di Oktober ini koalisi kita untuk jumlah kursi terpenuhi untuk bisa mengusung pasangan calon.

Kita tidak membatasi jumlah parpol yang akan berkoalisi. Kita kan dengan Nasdem sudah sepakat, nah minimal kita dapat tambahan satu parpol saja, minimal jumlah syarat dukungan terpenuhi," jelasnya.
Ketua DPW PPP Agus Setiawan saat dikonfirmasi memnarkan telah terjadi kesepahaman antara PPP, PKS dan Nasdem untuk mengusung pasangan Ranta-Subadri.

Tetapi saat ini maish menunggu rekomendasi DPP PPP. "Saya masih menuggu itu dulu (rekomendasi). Karena ini baru kesepahaman, kalau kesepakatan kan artinya sudah celar ya. Jadi untuk menuju kesepakatan kita membangun kesepahaman yang jauh lebih baik dari pertemuan-pertemuan yang lalu," katanya.

Agus menjelaskan, salah satu kesepahaman yang dibangun yakni soal posisi Ranta sebagai calon walikota dan Subadri sebagai wakil walikota. "Ya salah satu yang disepahami itu, tapi kita kan secara subjektif, PPP berharap Subadri walikota (calon walikota). Karena deklarasinya kan walikota. Tapi kita juga akan rasional lah melihat keadaan di Pilkada Kota Serang ini," jelas Agus.

Agus menjelaskan, soal rekomendasi DPP PPP itu nantinya ada dua tahap. Tahap pertama itu rekomendasi satu nama, dimana Subadri tetap dicantumkan sebagai calon walikota. Namun nanti apabila sudah ada penandatangan perjanjian koalisi, baru lah DPP PPP menerbitkan kembali rekomendasi untuk Subadri namun sudah berpasangan.

"Jadi kalau kita bilang politik itu per detik, ya bisa juga disebut per detik," katanya. Ditanya soal komunikasi dengan bakal calon Vera Nurlaela Jaman, istri dari Walikota Serang Tb Haerul Jaman, Agus mengaku PPP tidak ada komunikasi sedikit pun dengan Partai Golkar yang mengusung Vera.

"Jadi kita tidak bisa mengambil keputusan tanpa referensi, dan posisinya Subadri sendiri faktanya diusung PPP, tapi dia juga adalah kader Golkar. Apakah kemudian ada opsi Vera-Subadir berpasangan, itu menguntungkan buat PPP atau tidak? Kalau tidak ya buat apa," tegas Agus.

Terpisah, Subadri Usuludin yang diusulkan diberhentikan dari keanggotaannya di Partai Golkar menyikapi santai rencana tersebut. Ia mengatakan bahwa usulan itu baru sebatas usulan dan belum merupakan keputusan final dari Golkar. Karena itu ia menyatakan sampai saat ini masih merupakan kader Golkar.

“Saya sekarang fokus kerja saja sebagai Ketua DPRD Kota Serang,” kata Subadri yang ditemui di sela-sela peringatan Tahun Baru Hijriyah di rumahnya di Lingkungan Bogeg, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (3/10) malam.

Subadri mengatakan bahwa sejak semula ia seperti tidak diinginkan di Golkar. Hal ini terjadi sejak ia berniat mencalonkan diri sebagai Ketua Golkar Kota Serang. Saat itu enam pengurus Golkar di enam kecamatan di Kota Serang secara bulat mendukungnya mencalonkan diri sebagai Ketua Golkar Kota Serang.

Namun, ada pihak yang tidak menginginkan ia merebut posisi tersebut. Maka, sejumlah manuver politik pun dirasakannya. Sampai akhirnya ia mengalah dari pencalonan tersebut dan merelakan posisi Ketua Golkar Kota Serang diserahkan ke Ratu Ria Maryana, yang tidak lain adalah adik dari Walikota Serang Tb Haerul Jaman.

Usai pelantikan pengurus Golkar Kota Serang, Subadri pun diberikan posisi sebagai Ketua Harian Golkar Kota Serang. Meski posisi yang didapatkannya sangat strategis, namun Subadri mengaku kerap tidak pernah dilibatkan dalam rapat-rapat dan pembahasan-pembahasan mengenai isu-isu strategis yang dilankukan Golkar.

Salah satunya adalah rapat terkait rencana pemberian rekomendasi untuk Vera Nurlaela Jaman oleh Golkar Kota Serang sebagai tiket maju dalam Pilkada Kota Serang tahun 2018 mendatang. Subadri pun kecewa karena Golkar tidak membuka penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota Serang secara terbuka.

Golkar malah memberikan rekomendasi secara langsung hanya kepada Vera melalui rapat pleno diperluas. Padahal menurut Subadri, jika Golkar membuka penjaringan secara terbuka maka hasil rekomendasi akan lebih fair untuk semua kader dan calon yang daftar. Apalagi ia sendiri sudah berniat kuat untuk maju di Pilkada Kota Serang. “Saya ingin memberikan yang terbaik untuk Kota Serang. Hanya itu,” katanya.  (rahmat/tohir)