Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 507 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 629 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca


Kota Serang Kekurangan Taman Kota


SERANG- Sebagai pusat Ibukota Provinsi Banten, Kota Serang masih kekurangan taman kota dan hutan kota. Padahal keberadaan taman kota atau hutan kota sangat penting dan berguna sebagai pusat aktivitas masyarakat serta menjadi paru-paru kota.

Kepala Bidang Destinasi pada Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Diparpora) Kota Serang Tb Ahmad Bajuri mengatakan, untuk menambah jumlah taman kota dan hutan kota di Kota Serang ia berambisi akan menciptakan taman kota di setiap kecamatan di Kota Serang. Sehingga akan ada enam taman kota di Kota Serang.  "Sejauh ini kita hanya punya satu hutan kota," kata Bajuri, Selasa (4/10).

Untuk merealisasikan keinginannya itu, Disparpora Kota Serang akan mengumpulkan para camat untuk mengetahui jumlah lahan yang dimiliki di masing-masing kecamatan. Luas taman kota nanti akan menyesuaikan luas lahan yang dimiliki kecamatan.

Ia mengatakan pembebasan lahan akan dihindari karena niat awal pembuatan taman kota adalah untuk memaksimalkan lahan tidur yang dimiliki setiap kecamatan agar lebih produktif.  "Ini bertujuan memaksimalkan pemanfaatan lahan milik Pemerintah Kota Serang. Daripada lahan tidur mending kita maksimalkan kegunaannya," katanya.

Bajuri mengungkapkan, untuk membuat taman kota atau hutan kota diperlukan luas lahan minimal 2 hektar. Luas lahan itu cukup untuk membuat taman kota guna wisata pendidikan, bermain, dan olahraga. Selain itu taman kita juga dapat berfungsi sebagai daerah serapan air, ruang terbuka hijau, sarana sosialisasi dan interaksi antar warga, dan wisata keluarga.

Ia juga berencana memaksimalkan peran Hutan Kota yang ada di Kampung Sewor, Kelurahan Banjarsari, Kecamata. Cipocok Jaya, yang saat ini belum digarap serius.  "Kita punya hutan kota di belakang Polda Banten tetapi tidak dimaksimalkan penggunaannya," ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Serang Tubagus Ridwan Akhmad mengkritisi pemanfaatan hutan kota milik Kota Serang yang tidak maksimal. Bahkan berdasarkan aduan masyarakat sekitar sebagaimana disampaikan kepada saat masa reses hutan kota kerap dijadikan sebagai lokasi mesum oleh muda-mudi.  “Kami ingin Pemkot Serang lebih memaksimalkan hutan kota,” katanya.

Ia menyatakan hutan kota dapat dijadikan lokasi rekreasi guna swafoto masyarakat. Selain itu perlu ada penjagaan yang lebih ketat agar tidak ada lagi pasangan yang mojok dan mesum di lokasi tersebut. (tohir)