Crime News

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 56 | Komentar

Baca

Kawanan Pencuri Mobil Dibekuk

News image

SERANG- Satuan Reskrim Polres Serang berhasil menangkap komplotan pencuri mobil Su...

Hukum & Kriminal | Selasa, 2 Januari 2018 | Klik: 97 | Komentar

Baca


Pencari Kerja Terus Melonjak


SERANG – Para pencari pekerja di Kabupaten Serang dari hari ke hari terus bertambah. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang merilis, dari Januari hingga Oktober terdapat 19.047 pencari kerja yang terdiri dari laki-laki 8.625 dan perempuan 10.422. Sedangkan para pencari kerja yang berhasil ditempatkan yaitu hanya 3.533 yang terdiri dari laki-laki 884 dan perempuan 2.649.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Disnakertrans Kabupaten Serang Yusrachmaidi mengatakan, para pencari tenaga kerja di Kabupaten Serang masih tinggi, terutama setelah lebaran dan saat lulusan sekolah. “Tiap hari ada yang melamar, jumlahnya puluhan. Rata-rata didominasi oleh lulusan SLTA sederajat. Cuman memang jumlah pencari tenaga kerja dan yang bisa kita tempatkan tidak seimbang jumlahnya,” kata Yus, Rabu (8/11).

Ia menjelaskan, masih banyak perusahaan di Kabupaten Serang yang tidak melapor saat merekrut tenaga kerja, sehingga banyak para pencari tenaga kerja yang tidak mendapat informasi. “Keinginan kita perusahaan yang memerlukan karyawan melapor ke kita, sehingga kami bisa ngasih informasi kepada para pencari kerja. Sudah ada yang melapor cuman belum banyak kalau dilihat dari jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Serang,” ujarnya.

Perusahaan tidak melapor ke disnakertrans saat merekrut tenaga kerja memiliki berbagai macam alasan, di antaranya yaitu perusahaan sedang tidak membutuhkan karyawan dan perusahaan sedang kolaps. “Memang ada beberapa perusahaan yang kolaps, seperti di Kecamatan Cikande. Kemudian ada perusahaan yang karyawannya kadang berapa hari diistirahatkan karena perusahaan kesulitan mendapatkan bahan baku untuk produksi,” paparnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang Indra Warman mengungkapkan, meski pengangguran di Kabupaten Serang mengalami penurunan, namun jumlahnya masih terbilang tinggi. “Hasil survei yang belum lama dirilis dari 14,2 persen menjadi 13 persen. Memang tinggi tapi ada penurunan walaupun belum banyak. Kalau kita lihat kabupaten/kota justru angkanya naik. Rata-rata usia pengangguran lulusan SLTA,” katanya. (tanjung)